Pembelajaran dari Setumpuk Kertas.

Sabtu malam sekitar tiga minggu yang lalu, bulan ramadhan, saya disibukkan mengoreksi dan menginput nilai dari setumpuk post-test dan pre-test esai adik-adik kelas yang saya ajar. Minggu itu sedang hecticnya ujian blok karna belum Sooca. Isi pikiran saya bercabang dua tapi tanggung jawab tetaplah tanggung jawab.

Semua berjalan sempurna hingga di tengah malam, nyaris dini hari ketika seluruh pekerjaan saya nyaris selesai, seseorang mengetuk pintu kamar saya.

“Che, udah tidur?”
“Belum, kenapa?”
“Nih, tadi gue kebawa post test anatomi buat blok RPS kelompok lab C1 sama C2. Gue kasih ke lo aja ya?”
“Oh, okay.”

Tugas saya bertambah. Kali ini saya diharuskan mengoreksi sekitar 40 soal esai per anak untuk kurang lebih total 50 orang anak, langsung input data, dan kirim ke email hari itu juga sedang ini sudah dini hari.

Saya mengeluh dalam hati.

“Ya Allah, kok ini banyak banget?”
“Ya Tuhan, kok ini engga abis-abis?”
“Ya Rabb, ini kenapa nilai mereka ada yang kecil?”

Gondok? Capek? Iya, banget.
Perlahan saya menarik napas dalam, menghembuskannya perlahan.
Skip, dan shalat di sepertiga malam.

Dari setumpuk kertas pre-test dan post-test itu, ada kelapangan dada yang dilatih untuk tumbuh. Kertas-kertas pre-test dan post-test itu kembali “mengingatkan” dan “mengajarkan” saya tentang ikhlas dan sabar. Sabar tanpa batas. Rasa ikhlas dan sabar yang sudah banyak terkikis oleh keegoisan diri.

Bismillah. Saya terus mengerjakan dengan senyum yang menempel di wajah dan kata “ikhlas-ikhlas, lapang dada” yang dilantunkan berulang-ulang kali dalam pikiran, digumamkan berkali-kali oleh mulut yang mulai lelah.

Dan ya, alhamdulillah deadlinenya terpenuhi dan tepat waktu. Semua berjalan sempurna tanpa merasa terbebani.

Setelahnya saya mulai menanamkan pada diri, ntah seberapa berat, banyak, dan susahnya suatu hal, jangan pernah berhenti untuk mengerjakannya. Selipkan rasa ikhlas dalam setiap tindakan. InsyaAllah semua akan berakhir dengan baik, InsyaAllah rasa lelah tak begitu terasa~

This too shall pass, kalo kata orang barat.

“Sabarlah, niscaya kelapangan begitu dekat.” -Bait Sya’ir Imam Syafi’i.

“Amal tanpa ikhlas seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” -Ibnu Qayyim

Ada ketenangan yang tumbuh di antara hal-hal yang dikerjakan dengan rasa ikhlas; lapang dada, dan ada deadline yang dapat dikerjakan dengan sangat baik sebab kesabaran tiada batas~

Pun barangkali dapat diimplementasikan dalam menanti jodoh.

Ada ketenangan yang tumbuh dalam masa penantian sebab kesabaran dalam menanti dan keikhlasan pada keputusan Allah SWT.

Pada akhirnya, semua penantian akan berakhir. Pada akhirnya, dengan ridhoNya, cepat atau lambat, kita akan dipertemukan dengan jodoh yang dinanti. Yang penting ikhlas dan sabar~

Ada banyak hal baik yang diajarkan oleh hal-hal kecil yang terlihat sungguh spele layaknya setumpuk kertas pre-test dan post-test. Semua tergantung pada pribadi masing-masing dalam memandang dan menyikapi.

Ah ya, hari ini adalah hari terakhir bulan Ramadhan. Semoga tahun depan kita dipertemukan lagi dengan bulan penuh berkah ini. Maaf jika kali ini atau sebelum-sebelumnya tulisan saya kurang berkenan di hati yang membaca dan saya mohon maaf jika selama ini pernah berbuat salah yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

 

Happy Eid al-Fitr!

feedmeid-lebaran_205415917.jpg

 

The Psychological Effects

Seorang yang pesimis dapat membuat masalah hidupnya berkali kali lipat lebih susah dari tingkat kesusahan yang sebenarnya. Percaya?

We called it as “The psychological effects”.

Selain memperberat, psychological effects juga dapat digunakan untuk “supercharge your personal development” lho.

Untuk membaca lebih lanjut, bisa klik link di bawah ini.

Buffer Article

InsyaAllah setelah ujian blok akan saya bahas lebih dalam. ^^

 
Have a nice day and happy Ramadan! xoxo
Sincerely,
Deftia.

 

On hiatus.

Bulb

What should I decide then..
Your eyes’ stuck inside my head
I see a rainbow in your heart
Then when you left me the sun behind u sets

You light up my empty heart
Then I will be glad to see your sights
You gave me diamond in the clouds

Though I can’t be the one you love.

You light up my day,
You would be mine someday.

Konspirasi Semesta.

Karena ada masanya orang asing akan kembali menjadi asing. Pun ada masanya orang asing masuk ke kehidupanmu untuk saling menua, bersama.

Dan akan tiba masanya, ketika kita memandang seseorang yang tertidur dengan pulas di sisi kanan sembari mengulum senyum. Ternyata begini jalannya. Ternyata inilah jodoh kita yang telah disiapkan oleh semesta.

Suatu hari, semua kecemasan yang memenuhi rongga kepala ini hanya akan jadi bahan tertawaan saja.

Bolehkah mulai sekarang kita berusaha lalu berserah saja?
Sebab pada akhirnya, jodoh toh sebenarnya sederhana.
— Mutiara

Toilet; place where great ideas was born. (Penjelasan Ilmiah)

  • Why do the best ideas happen in the most unusual places like toilet?
  • Why do the most of people think that toilet is one of the best place to thinking?
  • Why do the most of people think that toilet is the better place for making plans or to think more concentrically?

Pernah terpikirkan pertanyaan yang sama seperti di atas?

Salah satu teman saya sangat menyukai toilet sebagai tempat untuk berpikir dan berimajinasi. Ia bahkan menamai toiletnya sebagai “ruang imajinasi”. Sedikit aneh memang, tapi ternyata tak hanya ia yang merasakan hal serupa. Cukup banyak artikel asing yang membahas tentang toilet dan munculnya ide-ide brilian bertebaran di internet.

Jadi, jika anda merasakan hal yang serupa, you’re not alone dude.

Kok bisa sih?
Bukannya toilet adalah tempat untuk membersihkan diri dan buang hajat?

Penelitian menunjukan, pikiran anda lebih mudah mendapatkan “pencerahan” saat melakukan sesuatu yang monoton, seperti showering, mandi dengan santai, atau duduk di toilet dengan santai untuk buang air besar. Hal ini dikarenakan kegiatan di dalam toilet tidak membutuhkan banyak pemikiran.

Selain itu, kamar mandi adalah ruang private yang aman dan tertutup dimana anda bisa berada disana seorang diri, menghabiskan waktu untuk melepaskan diri dari life-pressure sehingga anda merasa lebih nyaman dan relaks. Ketika pikiran anda menjadi lebih relaks, pikiran anda akan beralih ke mode “autopilot”.

Mode autopilot ini akan membebaskan pikiran “alam bawah sadar” anda untuk mengerjakan sesuatu yang lain; semacam melamun (re: daydreaming). Pikiran anda akan berjalan mengembara, membiarkan otak anda berpikir bebas tanpa batasan dan pikiran “alam sadar” anda akan diabaikan.

Proses ini akan menyebabkan relaksasi korteks pre-frontal yang merupakan pusat komando otak untuk keputusan, sasaran, dan perilaku. Proses ini juga akan mengaktifkan “default mode network” atau DMN yang akan “membersihkan” jalur yang menghubungkan wilayah yang berbeda dengan noggin anda. Pengaktifan DMN dan relaksasi korteks pre-frontal ini pada akhirnya akan membuat koneksi baru yang kreatif dan mendorong gagasan-gagasan fresh muncul.

Dewasa ini, diketahui bahwa otak tidak terlalu aktif saat kamu terfokus dalam suatu tugas. Sebaliknya, penelitian menunjukan bahwa otak anda lebih aktif saat anda melepaskan pikiran anda berjalan mengembara (re: daydreaming).

Ketika anda merasa relaks, otak anda juga akan melepaskan neurotransmitter dopamine. Dopamine (re: “pleasure feeling hormone”) berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, rasa percaya diri, dan dapat meningkatkan kreatifitas anda. Gelombang alfa pada otak anda juga akan mengalami peningkatan. Peningkatannya serupa seperti saat anda sedang bermeditasi atau merasa senang. Peningkatan dopamine dan gelombang alfa plus aktifasi DMN dapat meningkatkan letupan-letupan ide-ide brilian.

That’s the reason why toilet is one of the best place to thinking. Maka, mari kita gelari toilet sebagai;

Toilet; place where great ideas, beyond imagination, and creativity was born. lol

Untuk referensi bahan bacaan, bisa klik di bawah ini:

Mentalfloss Article
Huffington Post

Semoga bermanfaat xoxo