ZAT BESI

Zat besi merupakan mineral mikro yang paling terdapat didalam tubuh manusia yaitu sebanyak 3-5 gr yang berikatan dengan protein.

  • Fungsi Zat besi
  1. Sebagai alat angkut O2

Sebagai besar besi dalam Hb berfungsi sebagai pembentuk heme , dimana heme yang bergabung dengan globin akan membentuk Hb , dimana Hb dalam darah membawa O2 untuk disalurkan keseluruh tubuh serta myoglobin berperan sbg reservoir O2 ( menerima , menyimpan & melepas O2 didalam sel-sel otot .

  1. Untuk membentuk heme pada Hb
  2. Meningkatkan produktivitas kerja

Karna apabila terjadi penurunan Hb darah , maka metabolisme energy dalam tubuh terganggu & terjadi penumpukan asam laktat yang menyebabkan rasa lelah

  1. Berperan dalam sintesis DNA

Berkurangnya / Terganggunya sintesis DNA disebabkan oleh gangguan enzim reductase ribonukleotida yang membutuhkan zat besi untuk dapat berfungsi

  • Sumber Zat besi

Sumber Zat besi dibedakan menjadi 2 bentuk :

  1. Zat Besi Heme : Daging , Ikan , & ayam
  2. Zat Besi Non-Heme : Telur , Keju , Susu , Bayam , dll

a

  • Angka Kecukupan Gizi Zat Besi

Picture3

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi Zat Besi
  1. Bentuk Zat Besi

Zat besi dalam bentuk heme yang terdapat pada daging , ikan & ayam lebih mudah 2x lipat untuk diabsorpsi , karena pada Zat besi heme terdapat asam amino yang dapat mengikat zat besi & membantu penyerapannya

  1. Asam Organik & Tingkat keasaman lambung

Asam organic seperti Vit. C & asam sitrat serta tingkat keasaman lambung yang tinggi , membantu penyerapan & meningkatkan daya larut Zat besi

  1. Asam fitat , Asam oksalat & Tanin

Ketiga zat tersebut mempersulit absorpsi dari zat besi karena ketiga zat tsb mengikat zat besi sehingga mempersulit dalam absopsinya . Untuk mengatasinya dapat diberikan asam organic dalam jumlah cukup untuk dapat mengkatalis proses absorpsinya .

  1. Kebutuhan tubuh

Bila tubuh kekurangan zat besi atau kebutuhan tubuh meningkat pada masa pertumbuhan / kehamilan , absorpsi zat besi akan meningkat dan cadangan fe segera diangkut dari sel usus ke sumsum tulang untuk melakukan eritropoeisis.

Pada keadaan normal Fe yang diaborpsi sekitar 0,5 – 1 mg/hari sedangkan pada saat hamil menjadi 3-4 mg/hari dan saat menstruasi menjadi 1-2 mg/hari.

  • Metabolisme Zat besi

Picture2

Picture1

Tahap awal pada metabolism zat besi adalah proses absorpsi, dimana zat besi dibedakan menjadi 2 bentuk ( Zat besi heme & non-heme ). Pada saat makanan dalam bentuk zat besi heme masuk kedalam saluran cerna, pada lambung dan duodenum terjadi pelepasan zat besi heme dari makanan oleh enzim protease, dan zat besi heme yang mengandung ikatan besi berupa cincin porfirin akan dipecah oleh hemoksigenase sehingga zat besi dilepaskan dan dapat langsung di absorpsi kedalam enterosit melalui heme transporter. Sedangkan pada makanan dalam bentuk Zat besi non heme ( Kacang, telur, bayam ) agar dapat diabsorpsi harus direduksi dari bentuk Ferri ( Fe3+ ) menjadi Ferro (Fe2+ ) oleh enzim ferri reductase yang dikatalis oleh HCl ( Karena pada Susana pH hingga 7 dalam duodenum, sebagian besar besi dalam bentuk Ferri (Fe3+)

Setelah menjadi bentuk Ferro, Ferro akan masuk atau diabsorpsi kedalam enterosit melalui DMT 1 , didalam sel usus sebagain Ferro diikat oleh apo-feritin menjadi ferritin sebagai simpanan besi dalam sel, sementara sebagian lagi Ferro menuju sirkulasi darah melalui Ferroportin & Ferro dioksidasi oleh Hephaestin menjadi bentuk Ferri sebelum masuk menuju sirkulasi darah.

Setelah masuk sirkulasi darah Ferri akan diikat oleh apo-transferin ( apo-transferin disekresikan oleh hati kedalam empedu yang mengalir menuju ductus biliaris kedalam duodenum ) menjadi bentuk transferrin . 75 % transferrin darah menuju ke prekoursor eritroid di sumsum tulang , saat transferrin masuk kedalam sel eritroid matang, setelah itu pd sel-sel eritroid terdapat reseptor transferrin & mengikat transferrin. Fe dibebaskan dan direduksi menjadi bentuk Ferro, diangkut melalui DMT 1 ke dalam sitoplasma untuk proses sintesis heme & menjadi Hb.

Setelah Hb sudah berumur ± 120 hari , eritosit akan difagosit oleh makrofag yang berada pada sirkulasi , lien , sumsum tulang ataupun hati, setelah difagosit, eritrosit dipecah dan Fe dilepas memasuki sirkulasi darah melalui ferroportin & nantinya akan berikatan dgn apo-tranferin untuk diantarkan untuk sintesis Hb baru ataupun disimpan dalam bentuk ferritin.

Sisanya sekitar 10-20% , transferrin menuju kehepar, pd permukaan hepar terdapat reseptor transferrin yang akan mengikat Ferri masuk kedalam sel hepar melalui proses endositosis , setelah itu Ferri dilepas dari Transferrin dan disimpan dalam hepar dalam bentuk ferritin sedangkan apo-transferin akan keluar menuju sirkulasi untuk mengikat Ferri yang lain.

Referensi : Konsep Dasar Ilmu gizi Sunita Almatsier

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s