FAAL KULIT DAN ADNEKSA KULIT

FAAL KULIT.

Gambar Lapisan Kulit Epidermis Lengkap

Kulit merupakan organ tubuh terbesar dan merupakan 15% dari berat badan dengan luas permukaan kulit 1,5 m2 pada orang dewasa.

Kulit memiliki beberapa fungsi utama, yaitu;

  1. Fungsi Proteksi

Kulit melindungi bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis dan mekanis seperti tekanan dan gesekan. Hal ini dikarenakan kulit memiliki bantalan lemak sebagai lapisan pelindung bagian tubuh dari gangguan mekanis.

Di kulit juga terdapat lapisan stratum korneum (lapisan penunjang terluar epidermis) yang berfungsi untuk merangsang terjadinya proteksi terhadap rangsangan kimia, terutama zat kimia yang bersifat iritan seperti asam, lisol, dan karbol. Hal ini terjadi karena stratum korneum impermeable terhadap zat kimia dan air. (Kulit Kelamin FK UI)

Kulit juga melindungi dari gangguan yang bersifat panas seperti radiasi dan pancaran sinar UV. Hal ini dimungkinkan karena kulit memiliki melanosit yang dapat mengadakan Tanning. Pengadaan tanning tersebut menyebabkan kulit terlindungi saat terpajan sinar matahari.

Selain itu kulit juga berfungsi untuk melakukan perlindungan terhadap gangguan infeksi dari luar terutama kuman atau bakteri. Hal ini disebabkan karena adanya kelenjar sebasea yang menghailkan sebum. Sebum akan membentuk lapisan keasaman. Lapisan keasaman ini akan membuat pH kulit berada di range 5- 6,5 sehingga jamur atau bakteri tidak dapat menyerang kulit.

  1. Fungsi Absorpsi

Pada dasarnya kulit tidak mudah menyerap air, larutan dan benda padat. Kulit hanya mudah menyerap cairan yang mudah diserap dan larut lemak seperti O2, CO2 dan uap air.

Permeabilitas kulit terhadap O2 dan CO2 dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit dan kelembaban. Proses penyerapan terjadi melalui celah antar sel dan enembus sel-sel dermis.

  1. Fungsi Eksresi.

Kelenjar –kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat hasil sisa metabolisme dalam tubuh. Kelenjar keringat (Kelenjar sudorifera) mengeluarkan keringat (NaCl, Asam urat, urea, ammonia, dll).

Kelenjar sebasea pada fetus dengan pengaruh hormone androgen dari ibunya memproduksi sebum. Sebum pada fetus berfungsi untuk melindungi kulit fetus dai cairan amnion. Sehingga ketika bayi lahir akan ditemukan lapisan berupa vernix caseosa yang merupakan sebum.

Produk kelenjar keringat dan kelenjar sebasea di kulit juga berfungsi untuk menjaga pH kulit pada kisaran 5 – 6,5.

  1. Fungsi Persepsi (Sensorik)

Kulit mengandung saraf-saraf sensorik. Berikut beberapa saraf sensorik yang berada di dermis dan subkutis.

  • Ruffini : Penerima rangsangan terhadap panas
  • Krause : Rangsangan terhadap dingin
  • Meissner : Rangsangan terhadap perabaan (di papilla dermis)
  • Merkel Ranvier :Rangsangan terhadap rabaan ( terletak di epidermis)
  • Paccini : rangsangan terhadap tekanan.
  1. Fungsi menjaga suhu tubuh (Termoregulasi)

Kulit mengatur terjadinya termoregulasi dengan cara mengerutkan pembuluh darah (vasokontriksi), pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), pengeluaran keringat, dan menggigil.

  1. Fungsi pembentukan pigmen (Melanosit)

Sel pembentuk pigmen (melanosit) berada di lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf. Jumlah melanosit dan jumlah serta besarnya buteran pigmen (melanosom) mempengaruhi warna kulit rasa tau individu.

Pajanan terhadap sinar matahari juga mempengaruhi produksi melanosom. Semakin banyak sinar matahari yang terpajan pada kulit, maka semakin banyak melanosom yang terbentuk sehingga kulit individu tersebut akan berwarna lebih gelap.

Melanosom dibentuk oleh badan golgi dengan bantuan enzim tirosinase, ion Cu, dan Oksigen. Pigmen akan disebar ke epidermis melalui tangan-tangan dendrite dan disebar ke bagian bawah epidermis melalui drl melanofag (melanofor).

Warna kulit tidak hanya dipengaruhi oleh pigemn, tetapi juga oleh tebal tipisnya kulit, reduksi Hb, oksi Hb, dan karoten.

  1. Fungsi Keratinisasi

Lapisan epidermis dewasa mempunyai 3 jenis sel utama, yaitu keratinosit, sel lengerhans, dan melanosit.

Lapisan keratinosit dimulai dari sel basal. Lapisan keratinosit ini nanti akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menadi sel spinosum. Makin ke atas sel menjadi semakin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Makin lama inti akan menghilang dan keratinosit ini akan menjadi sel tanduk yang amorf. Normalnya proses ini terjadi selama 14 – 21 hari.

  1. Fungsi pembentukan vitamin D

Pengubahan 7 dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari dapat membentuk vitamin D. Namun vitamin D tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga harus di berikan vitamin D tambahan.

FAAL ADNEKSA KULIT.

Adneksa kulit terdiri atas Rambut, Kuku dan Kelenjar kulit.

  1. Kelenjar kulit.

aa

Kelenjar kulit terdapat di dermis. Terdiri atas;

a. Kelenjar Keringat (Glandula sudorifera).

Kelenjar keringat dibagi menjadi 2, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin.

  • Kelenjar ekrin

Terletak dangkal di dermis, menghasilkan secret encer, terbentuk sempurna pada 28 minggu kehamilan dan berfungsi 40 minggu setelah kelahiran. Saluran kelenjar ini berbentuk spiral dan bermuara langsung di permukaan kulit. Kelenjar ini banyak terdapat di seluruh permukaan telapak tangan dan telapak kaki, dahi dan aksila. Sekresi kelenjar ini dipengaruhi oleh saraf kolinergik, factor panas, dan stress emosional.

  • Kelenjar apokrin

Kelenjar ini berukuran lebih besar dan terletak lebih dalam dari kelenjar ekrin. Menghasilkan secret kental, secret mengandung air, electrolit, asam laktat, glukosa, dengan pH 4 – 6,8. Sekresi dipengaruhi oleh saraf adrenergic, kelenjar ini banyak terdapat di aksila, aerola mamae, pubis, labia minora, dan saluran telinga luar. Kelenjar ini memiliki fungsi yang belum jelas. Pada orang dewasa (pubertas), kelenjar ini mengeluarkan secret yang lebih banyak dan ukuran saluran mulai membesar. Kelenjar ini mengeluarkan secret dengan bau yang khas.

b. Kelenjar Palit (Glandula Sebasea)

Kelenjar ini disebut juga dengan kelenjar sebasea, kelenjar holokrin. Kelenjar ini terletak di seluruh permukaan tubuh kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Tidak memiliki luman dan secret kelenjar berasal dari dekomposisi sel-sel kelenjar (berupa sebum). Sebum mengandung trigliserida, asam lemak bebas, wax ester dan kolesterol. Sekresi kelenjar ini dipengaruhi oleh hormone androgen. Pada masa puber kelenjar ini mulai aktif dan ukuran kelenjar jadi lebih besar dan banyak.

  1. Kuku dan Rambut

Faal dari kuku dan rambut berdasarkan buku kulit dan kelamin UI edisi 5, kuku dan rambut hanya memiliki fungsi sebagai esensial saja. Kuku juga berfungsi untuk membantu jari-jari untuk memegang benda.

cc

(Semua materi bersumber dari buku ilmu penyakit kulit dan kelamin fakultas kedokteran Universitas Indonesia edisi 4)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s