Sindrom butuh pacar

Setiap ujian, selain mengalami anxiety-syndrome biasa rata-rata dari mahasiswa kedokteran-yang-jomblo juga menderita sindrom lain, yaitu sindrom ‘butuh pacar’.

Sindrom butuh pacar adalah kondisi dimana mahasiswa kedokteran yang jomblo dan stress berat karna beban ujian sedang butuh perhatian, bimbingan, doa, dan kasih sayang dari seorang penyemangat yang merupakan lawan jenis.

Sindrom ini dominan menyerang perempuan berstatus jomblo berusia remaja hingga dewasa dengan riwayat pacaran atau jatuh cinta sebelumnya.

Sindrom ‘butuh pacar’ ini terdiri atas dua fase, yaitu fase akut dan fase kronik.

Pada fase akut, sindrom ‘butuh pacar’ ini berlangsung beberapa hari sebelum hingga sesudah masa ujian. Setelah ujian penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Kadang sindrom ini terus berlangsung meskipun ujian telah selesai hingga memasuki fase kronik.

Fase kronik terjadi jika onset penyakit ini sudah melebihi 6 bulan. Penderita sering terlihat uring-uringan dan mudah baper (bawa perasaan) saat melihat orang lain berpacaran mesra di hadapannya atau saat ada lelaki yang berusaha memberikan perhatian kepada penderita.

Karna terlalu sering baper, biasanya pada fase kronik penyakit sering disertai komplikasi seperti sakit hati karna merasa diberi harapan palsu (php) bahkan dapat menyebabkan menurunnya indeks prestasi penderita.

Manifestasi umum dari sindrom ini berupa;

  1. Pikiran galau saat membaca teks book untuk persiapan ujian. Contohnya seperti;

“Coba punya pacar, pasti ada yang nyemangatin, yang nemenin begadang ujian.”

“Coba punya pacar, pasti ada tempat buat berbagi tekanan ujian.”

“Maa, aku pengen nikah ajaa gamau ujian.”

  1. Jika penderita punya riwayat berpacaran sebelumnya, biasanya pasien akan stalking mantan terakhir atau mantan terindahnya (?)
  2. Uring-uringan, sering melamun. Saat melamun yang terpikirkan adalah;

“andai aku punya pacar”

“andai si x jadi pacarku, dia pasti bisa bantuin aku belajar.”

“andai pacarku menteri pendidikan, kan ku hapuskan soca dan osce dari muka bumi”

Oke yang terakhir terlalu lebay.

  1. Efek paling parah adalah bikin meme dengan background artis untuk menyemangati diri sendiri dan kemudian dijadikan background desktop-wallpaper gadget- bahkan di upload ke sosial media. Contohnya seperti ini;

meme semangat belajarnya

Prognosis sindrom ini dubia ad bonam.

Ta-Lak Non-farmakologi:

  • Sindrom ini akan hilang jika penderita memiliki pacar, maka carilah pacar.
  • Jika belum sanggup untuk berpacaran dan ingin focus ke kuliah, ingatlah selalu bahwa kita tak pernah tau usia orangtua sampai kapan, maka fokuslah kuliah dan bahagiakan orangtua dengan prestasimu secepat mungkin.

Setelah complete remission, semua akan kembali normal. Ingatlah, ntah seberapa lama kamu menjadi jomblo, jadilah seorang jomblo yang bermartabat dan punya harga diri. Kembangkan kemampuanmu sebaik mungkin. Meskipun sekarang tidak punya pacar bukan berarti tak ada yang menginginkan kamu.

Lelaki di usia muda masih suka main-main dan sukanya pacaran sama perempuan paling cantik. Tapi untuk menikah, lelaki akan mencari perempuan yang baik secara agama, sifat, serta kepintarannya. Dan mertua pasti bangga punya menantu seorang dokter.” -Mia, 22 tahun, Dokter muda.

Nah, jadi belajar yang baik ya! Jodoh-rezeki-hidup-mati udah ada yang menentukan kok. Tugas kamu hanya berusaha semaksimal mungkin. Tuhan selalu tau apa yang terbaik. Semangat! ^^

**Posting ini berasal dari hasil observasi secara pribadi antar individu. Mohon maaf jika beberapa manifestasi tidak sesuai dan jika terdapat kata-kata yang menyinggung. You can also leave a comment to add some manifestation of this disease! thank you! xoxo**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s