OSTEOPOROSIS

osteoporosis

  • DEFINISI

Merupakan suatu penyakit degenerative yang terjadi pada tulang. Ditandai dengan penurunan densitas tulang yang disebabkan karena berkurangnya matriks dan mineral yang disertai dengan kerusakan mikro arsitektur dari jaringan tulang sehingga terjadi penurunan kekuatan tulang.

  • KLASIFIKASI
  1. Osteoporosis Primer

Dibagi menjadi 2 tipe,yaitu;

  1. Osteoporosis tipe I (Osteoporosis pasca-menopause)

Disebabkan defisiensi estrogen pasca menopause.

  1. Osteoporosis tipe II (Osteoporosis senilis)
  2. Terjadi karena adanya penurunan absorbsi kalsium di usus sehingga menyebabkan hiperparatiroidisme sekunder yang menyebabkan Osteoporosis dan dapat dikarenakan menopause.
  1. Osteoporosis Sekunder

Dikarenakan adanya penyakit lain yang mendasari, defisiensi atau konsumsi obat kortikosteroid jangka panjang, genetic, gangguan hipogonad, gangguan endokrin (contoh: pada ibu hamil)

  1. Osteoporosis Idiopatik

Penyebabnya belum diketahui secara pasti

  • PREDISPOSISI OSTEOPOROSIS
  1. Usia

Setelah usia 30 tahun, kondisi tulang mulai memburuk dimana komposisi tulang yang rusak lebih banyak ketimbang pembentukannya. (Baca: Metabolisme Ca)

Osteoporosis dominan terjadi pada lansia berusia 65-85 tahun.

  1. Jenis kelamin

Perempuan lebih dominan mengalami Osteoporosis primer (5:1) dan Laki-laki dominan mengalami Osteoporosis sekunder (4:1)

  1. Ras

Ras Afrika dan Amerika memiliki ukuran tulang yang lebih besar ketimbang ras Asia sehingga tulang ras Asia lebih mudah terkena Osteoporosis.

  1. Riwayat Keluarga

Anak perempuan yang lahir dari seorang ibu yang mengalami patah tulang karena Osteoporosis memiliki densitas tulang yang lebih rendah ketimbang anak seusianya (3-7% lebih rendah)

  1. BMI (Indek Massa Tubuh)
  1. Aktivitas Fisik

Kemungkinan seorang atlet terkena Osteoporosis lebih kecil ketimbang orang yang jarang latihan fisik.

  1. Penggunaan Pil KB

Pil KB mengandung progesterone dan estrogen yang dapat menaikan masa tulang. (Baca: Metabolisme Ca)

  1. Penggunaan Kortikosteroid Jangka panjang

Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya Osteoporosis karena dapat menyebabkan gangguan absorbs Ca di usus dan menekan hormone gonadropin sehingga produksi estrogen turun dan produksi osteoklas meningkat. (Baca: Metabolisme Ca)

  1. Menopause

Pada saat menopause, pembentukan estrogen bekurang dan siklus penguraian tulang dimulai. Estrogen selain berfungsi pada siklus menstruasi juga berfungsi untuk mempertahankan tingkat remodelling tulang normal dengan cara menghasilkan osteoblas untuk remodelling tulang sehingga tulang terkikis oleh osteoklas = pembentukan kembali oleh osteoblas.

  •    PENATALAKSANAAN

–          Untuk memastikan terjadinya Osteoporosis, dapat dilakukan rongen SPA, CT SCAN, meriksaan lab berupa Bone Turnover kalsium, dan absorbs foton ganda.

–          Untuk rasa nyeri yang ditimbulkan dapat diberikan obat analgetik golongan NSAID berupa Ketorolak yang diberikan bersama Ranitidin. (Minum Ranitidin 1 jam sebelum meminum Ketorolak)

–          Untuk mencegah penurunan densitas tulang dapat dilakukan terapi sulih hormone. Dapat juga diberikan Kasitonin, vitamin D, Kalsium dengan dosis 1000 mg untuk laki-laki dan 1500mg untuk perempuan.

Hubungi dokter anda untuk mengetahui diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s