PEMULIHAN JEJAS OLEH JARINGAN PENUNJANG

PEMULIHAN JEJAS OLEH JARINGAN PENUNJANG

REGENERASI merupakan penggantian sel yang mati dengan proliferasi sel cadangan namun hanya berlangsung pada sel-sel yang mampu bertambah banyak. Sel di golongkan menjadi 3 berdasarka kemampuannya:

  • Sel labil: sel yang mampu membelah secara terus-menerus sepanjang hidupnya. Contoh: sel epitel permukaan tubuh, epitel rongga mulut.
  • Sel stabil: sel yang mampu membelah namun hanya sebagian, sebagian lagi akan membentuk jaringan ikat. Sel ini umunya terjadi pada saat terkena jejas. Contoh: sel hati
  • Sel permanen: sel yang tidak bisa di ganti ketika terjadi kerusakan. Contoh: sel neuron dan otot

FIBROSIS
Jejas jaringan yang berat menyebabkan sel atau jaringan yang terkena jejas tidak bisa pulih hanya dengan regenerasi seperti biasanya, harus membentuk jaringan ikat.

Pada setiap kerusakan jaringan, besar atau kecil, selalu ditandai dengan pembentukan jaringan ikat yang kaya pembuluh darah yang nantinya akan mengisi rongga area jejas tersebut dan akan terbentuk warna merah muda, lunak dan bergranula yang di sebut sebagai jaringan granulasi.

Dalam 48 jam makrofag akan melakukan perannya untuk membersihkan jaringan nekrosit termasuk bakteri, debu, toksik serta neutrofil yang sudah dan yang akan mati.

Jaringan granulasi kemudian akan mengumpulkan matriks jaringan ikat yang akhirnya akan membentuk jaringan parut. Nanti jaringan parut akan melakukan remodelling lebih lanjut.

ANGIOGENESIS
Proses saat pembuluh darah yang telah ada sebelumnya akan mengeluarkan tunas-tunas kapiler baru yang selanjutnya akan membentuk pembuluh darah baru. Pembuluh darah baru rentan kebocoran, sehingga seringkali menyebabkan pembengkakan pada jaringan granulasi (edema).

Faktor pertumbuhan yang mempengaruhi pembentukan angiogenesis dan fibrosis adalah; 1. Faktor pertumbuhan dasar fibroblas (bFGF) dan 2. Faktor pertumbuhan endotel vaskuler (VEGF) yang di sekresikan stroma

PEMBENTUKAN JARINGAN PARUT
Menambah kerangka jaringan granulasi pada pembuluh darah dan matriks ekstraseluler longgar yang berkembang dinipada area pemulihan.

  1. Ketika proses penyembuhan mengalami kemajuan jumlah fibroblas yang berproliferasi dan pembuluh darah baru akan berkurang.
  2. Terjadi sintesis kolagen oleh fibroblas pada hari ke 3 sampai ke 5 untuk penyembuhan
  3. Faktor yang menginduksi sintesis kolagen adalah PDGF, bFGF, TGF-beta
  4. Pada akhirnya bangunan dasar jaringan granulasi akan berkembang jadi jaringan parut yang terdiri atas fibroblas inaktif, berbentuk kumparan, kolagen padat, fragmen jaringan elastis, berwarna muda akibat tekanan pembuluh darah.

REMODELLING JARINGAN PARUT

  • Perubahan jaringan granulasi menjadi jaringan parut melibatkan perubahan komposisi matriks ekstraseluler.
  • ECM jaringan parut akan terus di ubah dan dilakukan remodelling
  • Hasil akhir dari setiap tahapan adalah keseimbangan antara sintesis dan degradasi ECM. Degradasi kolagen dan komponen ECM di bantu oleh metaloproteinase.
    Metaloproteinase meliputi: kolagenase interstisial I II II (memecah kolagen fibril), gelatinase (memecah kolagen amorf), stromelisin.

FAKTOR PERTUMBUHAN PADA REGENERASI SEL DAN FIBROSIS

  1. EGF : merangsang pembelahan sel (proliferase) yang nanti akan berikatan dengan reseptor tirosin kinase pada membran sel
  2. PDGF : menginduksi migrasi dan proliferasi fibroblas. Dihasilkan oleh makrofag aktif.
  3. FGF : merekrut makrofag dan fibroblas, menginduksi angiogenesis di are jejas.
  4. TGF-Beta : penghambat pertumbuhan untuk sebagian besar tipe sel epitel dalam kultur
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s