TREMATODA DAN CESTODA

1. TREMATODA (CACING DAUN)
Cacing daun termasuk kedalam kelas trematoda dan filum Platyhelminthes. Yang hidup sebagai parasit. Hospes dari cacing ini biasanya manusia dan hewan. Menurut tempat hidupnya, Trematoda dewasa dapat dibagi dalam:
• Trematoda Hati (Liver Flukes)
a) Ditemuka oleh Mc.Connell (1874) di saluran empedu pemuda cina.
b) Manusia, kucing, anjing, beruang kutub, dan babi adalah hospes utama dari cacing ini.
c) Ukurannnya 10-25mm x 3-5mm. Berbentuk pipih dan lonjong seperti daun.
d) Clonorchis sinensis hidup di saluran empedu, kadang di pankreas.
e) Penyakit yang disebabkan adalah klonorkiasis
f) Klonorkiasis bisa disembuhkan dengan prazikuantet
g) Ex: Clonorchis sinensis

liver fluke
liver fluke

• Trematoda Usus (Intestinal Flukes)
a) Busk (1834) menemukan Fasciolopsis buski pada autopsi seorang pelaut.
b) Manusia dan babi adalah hospes definitif dari cacing Fasciolidae
c) Berukuran 2-7,5 cm x 0,8-2cm. Bentuknya lebar, lonjong, dan agak tebal.
d) Fasciolopsis buski melekat di mukosa usus.
e) Penyakit yang disebabkan cacing ini adalah fasiolopsiasis.
f) Obat yang efektif untuk cacing ini adalah diklorofen dan niklosamid.
g) Ex: Familia Fasciolidae

Intestinal Flukes
Intestinal Fluke

Trematoda Paru (Lung Flukes)
a) Semua makhluk hidup yang memakan udang ketam merupakan hospes cacing jenis ini.
b) Cacing dewas hidup di kista paru-paru.
c) Bentuknya bundar lonjong menyerupai biji kopi berwarna coklat tua. Ukurannya 8-12mm x 4-6mm.
d) Infeksi yang disebabkan oleh Paragonimus westermani bisa diobati dengan Prazikuantel dan Bitionol.
Ex: Paragonimus wastermani

Lung Flukes
Lung Fluke

Trematoda Darah (Blood Flukes)
a) Hospes definitifnya dalah manusia sedangkan hospes reservoarnya dalah berbagai macam binatang.
b) Cacing dewasa jantan berwarna kelabu atau kehitam-hitaman. Berbentuk gemuk dan bundar. Berukuran 9,5-19,5mm x 0,9mm.
c) Cacing betina meletakkan telur-telurnya di pembuluh darah
d) Ex: Familia Schistosoma dan Bilharzia

Schistosoma spp., blood fluke
Schistosoma spp., blood fluke

2.CESTODA (CACING PITA)

Cacing pita termasuk sub-kelas cestoda, kelas cestoidea, filum Platyhelminthes. Badan cacing dewasa terdiri dari:

Skoleks            : Kepala yang menjadi tempat melekat, dilengkapi dengan batil hisap.

Leher               : tempat pertumbuhan badan

Strobia             : badan yang terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. Tiap proglotid memiliki susuan alat kelamin jantan dan betina.

  1. Diphyllobothrium latum
  • Hospes definitif dan cacing ini adalah manusia, sedangkan hospes reservoarnya adalah anjing, mucing, dan hewan mamalia lainnya.
  • Ukurannya mencapai 10m dan terdiri dari 3000-4000 buah proglotid.
  • Cacing ini menyebabkan penyakit difilobotriasis.
  • Penderita diberikan Na-bikarbonas 0,5gdan magnesium sulfat 15g sebagai pencahar
  • Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh cacing jenis ini tidak berat, hanya diare dan tidak nafsu makan.
Diphyllobothrium latum
Diphyllobothrium latum

2. Taenia saginata

  • Hospes definitif dari cacing ini adalah manusia sedangkan hospes reservoarnya adalah sapi dan kerbau.
  • Ukurannya 4-12m dengan 1000-2000 proglotid.
  • Cacing ini menimbulkan penyakit taeniasis.
  • Gejala umummnya adalah sakit ulu hati, mual, pusing, dan diare.
  • Dapat diobati dengan kuinakrin, amodiakuin, dan niklosamid
taenia saginata
taenia saginata
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s