ATRIAL SEPTAL DEFECT

DEFINISI

Semua defek atau lubang yang ada pada septum atrium selain foramen ovale.

KLASIFIKASI

  • ASD sekundum:

Terjadi pada bagian tengah septum atrial dan fossa ovalis.

  • ASD primum:

Kerusakan terjadi pada bagian bawah septum atrial.

  • ASD sinus venosus:

Terjadi pada bag septum atrial, dekat vena cava superior.

ASD I: ASD primum

ASD II: ASD sekundum dan ASD sinus venosus

asd

ETIOLOGI

Penyebab belum diketahui secara pasti. Namun, diduga ada factor yang mempengaruhi

  1. Faktor prenatal (factor ibu)
  2. Faktor genetic

PREVALENSI

  • ASD sekundum 50-70% dari seluruh kasus ASD 10% disertai kasus anomaly pulmonary veins drainage
  • ASD primum 15% dari seluruh kasus ASD
  • ASD sinus venosus terjadi pada 10% dari seluruh kasus ASD

PATOGENESIS

  • Septum Interatrial membagi atrium atas kiri dan kanan
  • Terdiri atas : septum primum dan septum sekundum yang saling overlap
  • Kedua bagian ini berhubungan dengan massa jaringan yang disebut bantalan endocardium

g

  • Lubang diantara lembaran bawah septum primum dan bantalan endokardium disebut ostium primum
  • Dalam perkembangan selanjutnya, perkembangan bantal endokardium akan menutup ostium primum
  • Lubang pada septum secundum disebut foramen ovale
  • Bagian atas septum primum berangsur-angsur menghilang, bagian yang tertinggal menjadi bagian yang menutupi foramen ovale
  • Darah mengalir melalui celah ini dari atrium kanan ke kiri dan mendorong septum primum ke kiri.

g1

  • Setelah lahir (paru-paru mulai berfungsi)
  • Darah dari atrium kiri mendorong septum primum dan sekundum dan menutup septum interatrial
  • Yang tersisa bentuk cekungan pada septum inter atrial yang disebut: Fossa Ovalis
  • Namun pada kasus ASD, foramen ovale tidak mengalami penutupan sehingga terjadi percampuran antara darah dari atrium dextra dan darah kaya oksigen dari atrium sinistra.

 

TANDA DAN GEJALA

  • ASD awalnya tidak bergejala. Saat tanda dan gejala mncul biasanya murmur akan muncul. Seiring berjalannya waktu ASD besar yang tidak diperbaiki dapat merusak jantung dan paru dan menyebabkan gagal jantung.

 

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

  • Foto toraks

Pada penderita dengan pirau(komunikasi abnormal yang memungkinkan darah mengalir antaratrium) yang bermakna, foto toraks AP menunjukkan atrium kanan yang menonjol (namun atrium kiri juga bisa).

Dengan konus pulmonalis yang menonjol. Jantung hanya sedikit membesar dan vaskularisasi paru yang bertambah sesuai dengan besarnya pirau.

  • Ekokardiografi

memperlihatkan dilatasi ventrikel kanan dan septum interventrikular yang bergerak paradox. Ekokardiogram 2 dimensi dapat memperlihatkan lokasi dan besarnya efek interatrial.

Ekokardiografi menujukkan lokasi, defek, ukran defek, arah gradient aliran, perkiraan tekanan.

TATALAKSANA

– Tidak perlu batasi aktifitas fisik

– Pencegahan endocarditis infektif perlu dilakukan tetapi hanya pada ASD primum.

– Pada bayi perlu dilakukan pemberian obat-obatan anti kongesti untuk mengurangi gejala.

– Intervensi tindakan bedah; biasanya dilakukan pada usia 2-4 tahun, mengingat kemungkinan menutup spontannya foramen ovale, dan pasien pada umumnya stabil. Tetapi bila terjadi gagal jantung kongestif tak teratasi dengan obat-obatan, operasi dapat dilakukan lebih dini. Berbagai tehnik bedah digunakan sesuai dengan jenis ASD. Keberhasilan bedah cukup tinggi dengan angka kematian <0,5%. Namun risiko kematian meningkat jika operasi dilakukan pada bayi dan jika ASD disertai resistensi vaskular pulmoner yang tinggi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s