Analogi Sederhana ‘Jatuh Cinta’ dalam Kedokteran

Jatuh cinta jika tak terkontrol akan bersifat seperti neoplasma. Bermetastasis ke seluruh cabang pikiran hingga tak bisa membedakan yang mana yang lebih penting. Taunya galau mulu. Bodo amat sama tugas nan banyak. Pokonya pikiran hanya tertuju pada satu orang hingga dapat berakibat fatal; IP turun contohnya.

Kadang jatuh cinta sama seperti autoimun pada tubuh manusia. Tujuan awal jatuh cinta agar bahagia, tapi malah menyebabkan luka untuk diri sendiri.

Pandai-pandailah bersikap dan mengontrol perasaan.

Tiap orang punya otak yang berbeda, otomatis jalan pikiran pun berbeda.

Boleh kok berharap, asal tau batas. Biar nanti jika ‘buruknya’ harapan yang digantung tak terwujud, jatuh pun tak begitu sakit.

Berdoalah.

Mintalah yang terbaik, bukan minta orang yang kamu suka agar jatuh cinta padamu.

Karna hanya Tuhan yang tau apa yang paling baik. ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s