#NiceToKnow Jangan Sepelekan Anemia (Darah Rendah)!

Anemia.

atau orang awam biasa menyebutnya sebagai ‘darah rendah’

Ya. Anemia merupakan salah satu penyakit vaskular yang banyak terjadi di tengah masyarakat, terutama pada masyarakat di negara berkembang.

Dalam dunia kesehatan, anemia adalah kondisi dimana jumlah eritrosit atau hemoglobin (protein pembawa O2) lebih rendah dari nilai normal dalam darah sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa O2 dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer sehingga pengiriman O2 ke jaringan menurun.

Penyakit ini memiliki gejala yaitu 5L (letih, lelah, lesu, lunglai, lemah), mudah capek, pucat, pusing, mata berkunang-kunang, hingga pingsan.

Kebanyakan penderita anemia hanya menyepelekan penyakitnya dan tidak berobat ke dokter. Penderita biasanya hanya meminum suplemen besi untuk mengobatinya padahal penyebab anemia tak hanya disebabkan karena kurangnya zat besi dalam tubuh, namun dapat juga disebabkan karna kurangnya vitamin B12 atau kekurangan vitamin B6 (asam folat).

Masing-masing jenis anemia memiliki gejala yang berbeda dan cara pengobatan yang berbeda pula.

Pada anemia yang disebabkan karna kurangnya vitamin B12, gejala yang umum ditimbulkan sama seperti anemia pada umumnya, seperti 5L (letih, lelah, lesu, lunglai, lemah) namun juga disertai dengan kesemutan, sulit konsentrasi, tidak enak saat makan karena rasa sakit pada lidah, dan lain-lain.

Pada anemia yang disebabkan karna kurangnya asam folat dalam tubuh ditandai dengan gejala yang sama seperti anemia kekurangan vitamin B12, namun tanpa disertai gejala kesemutan.

Jika anda memiliki salah satu gejala seperti di atas, cobalah untuk berkonsultasi atau memeriksakan diri ke dokter.

Perlu diketahui bahwa jika anemia hanya disepelekan dan tidak diobati dengan baik, anemia dapat menyebabkan komplikasi berupa HIPERTROFI JANTUNG dan pada akhirnya akan meningkatkan resiko GAGAL JANTUNG yang dapat mengakibatkan KEMATIAN.

Bagaimana mekanisme terjadinya hipertrofi (pembesaran dinding jantung) yang disebabkan anemia?

Saat seseorang menderita anemia dimana kadar eritrosit atau darah kurang dari jumlah normal, maka jantung harus memompa lebih kuat agar darah yang sedikit tersebut dapat disalurkan ke seluruh tubuh dengan baik. Jika hal tersebut terjadi terus menerus, dinding jantung akan mulai beradaptasi agar tetap dapat mengirimkan darah ke seluruh tubuh dengan normal. Bentuk adaptasi jantung yaitu berupa ‘hipertrofi’ atau pembesaran ukuran sel-sel jantung.

Saat jantung telah mengalami hipertrofi, lama kelamaan jantung akan mulai kelelahan saat memompa darah ke seluruh tubuh. Fatalnya hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung dan berakibat kematian jika tidak segera ditangani.

Selain mengkonsumsi obat ataupun suplemen yang diberikan oleh dokter, cobalah untuk mengatur menu makanan anda dengan makanan yang banyak mengandung zat besi, vitamin B12,  dan asam folat.

Zat besi di dalam makanan terdiri dari dua bentuk yaitu zat besi heme dan zat besi non heme. Zat besi heme lebih mudah diserap oleh tubuh ketimbang zat besi non heme, jadi disarankan untuk mengonsumi makanan yang mengandung zat besi heme lebih banyak.

Sumber makanan yang mengandung zat besi heme yaitu daging, ikan, dan ayam. Sedangkan sumber makanan yang mengandung zat besi non heme yaitu telur, keju, susu, dan lain-lain.

Nah, masih inget si Popeye si pelaut gak? Popeye harus makan bayam dulu agar punya kekuatan super. Nah dalam dunia kesehatan diketahui bahwa Bayam juga mengandung zat besi loh! tapi zat besi non heme. Namun jika pengolahannya tidak sesuai atau berlebihan, maka zat besi di dalam bayam akan hilang.

Saat mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, disarankan untuk jangan meminum teh saat makan. Hal tersebut disebabkan karena teh mengandung ‘tanin’ yang dapat menyebabkan besi tidak dapat diserap oleh tubuh sehingga zat besi dari makanan yang anda makan tidak akan terserap.

SO BE AWARE WITH YOUR ANEMIA!

Jangan disepelekan ya, ayo lakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah akibat fatal dari Anemia!

-Anemia sebenarnya memiliki lebih banyak penyebab, jenis, dan memiliki banyak gejala yang berbeda. Dalam post ini saya hanya menjabarkan beberapa jenis anemia yang paling umum ditemui di masyarakat. Untuk lebih info lebih lengkap dan valid, cobalah untuk menghubungi dokter anda. Terima kasih, semoga dapat membantu!-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s