#BookReview Totto-chan: The Little Girl at The Window (Novel terjemahan Jepang-Tetsuko Kuroyanagi)

   Totto-chan; the little girl at the window adalah sebuah novel non fiksi karya Tetsuko Kuroyanagi. Novel ini adalah sebuah novel terjemahan jepang yang menceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Tetsuko ; Tetsky—panggilan kecil dari sang ayah. Awalnya keluarga tersebut mengira mereka akan mendapatkan anak laki-laki sehingga mereka mempersiapkan nama ‘Tetsu’ untuk calon anak mereka tersebut. Namun setelah lahir ternyata anak mereka adalah seorang perempuan sehingga nama ‘Tetsu’ ditambah ‘ko’ untuk anak perempuan.

Tetsuko-chan dilahirkan dari seorang ayah yang berprofesi sebagai pemain biola tunggal di sebuah orchestra terkenal dan seorang ibu yang pengertian.

Tetsuko-chan mendengar orang-orang mengucapkan ‘Tetsuko-chan’ seperti ‘Totto-chan’ sehingga ia memperkenalkan dirinya kepada orang-orang sebagai Totto-chan meskipun dia menulis nama ‘Tetsuko’ di buku tulisnya.

Novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang anak yang periang, lugu dan penuh rasa ingin tahu dengan latar belakang sebelum perang dunia ke 2 di Jepang. Pada masa itu kendaraan bermotor masih sangat jarang dan televisi belum diproduksi di Jepang.

Saat masuk kelas satu di sekolah dasar, Totto-chan dikeluarkan dari sekolahnya karena ia sering membuka-tutup meja belajarnya saat guru sedang menerangkan dan ia sering memanggil pemusik jalanan dari jendela kelasnya untuk bernyanyi saat guru sedang menerangkan di depan kelas hingga membuat kegaduhan.

Totto-chan tak diberi tahu oleh sang ibu bahwa ia dikeluarkan dari sekolah, ibu hanya memintanya pindah sekolah ke tempat yang lebih bagus. Kemudian masuklah Totto-chan ke sebuah sekolah unik yang mengadopsi sistem belajar dari eropa dan jepang. Sekolah unik itu bernama Tomoe.

Tomoe memiliki lambang sekolah seperti Ying-Yang. Kelas-kelas di Tomoe terdiri atas gerbong-gerbong kereta yang berjejer rapi, gardu yang terbentuk dari dua pohon yang masih hidup, kolam berenang yang berbentuk menyempit di salah satu sisinya. Sekolah tersebut memiliki banyak kebiasaan unik seperti pada saat hari olahraga dan tes uji keberanian. Siswa bebas mengikuti pelajaran apa saja. Saat makan siang pun terdapat yel-yel dan ‘pemeriksaan’ bekal makanan. “Sesuatu dari gunung dan sesuatu dari laut”. Sekolah Tomoe sering sekali mengadakan piknik ke tempat-tempat yang bagus, seperti ladang bunga sesawi yang berada di dekat kuil, pemandian air panas yang berada di pinggir laut.

Saat di rumah, Totto-chan memiliki seekor anjing bernama Rocky. Mereka pernah bermain “pura-pura jadi Serigala” hingga mengakibatkan telinga Totto-chan berdarah dan terkulai karna digigit terlalu kuat oleh Rocky. Totto-chan berusaha tak menangis agar Rocky tak dibuang dan tak dimarahi oleh orangtuanya. Syukurlah telinga Totto-chan masih dapat dijahit dan sembuh seperti semula~

Totto-chan sangat suka bercerita, terutama tentang hal-hal yang terjadi hari itu. Ia tak akan berhenti bercerita hingga Ibu berkata ‘sudah waktunya untuk tidur’. Ibu juga dapat mengatasi dan memberi tahu dengan baik pada Totto-chan tentang prilakunya yang kadang cukup ‘nakal’ untuk seorang anak perempuan. Penggambaran ibu Totto-chan adalah seorang Ibu yang sangat mengerti sang anak, lembut, dan penyabar.

Di sekolah, Totto-chan pernah membuka dan mengeluarkan isi septic tank karena dompet kesayangannya jatuh ke dalam closet. Kemudian Totto-chan memasukan kembali kotoran tersebut meskipun tak menemukan kembali dompetnya.

Totto-chan juga pernah terjerembab dalam adukan semen basah yang ia lompati hingga badannya mengeras seperti tembok. Sang ibu menemukannya dan membawanya pulang setelah memberinya nasihat—dan bukan dimarahin~

 Totto-chan membantu Tai-chan yang menderita polio untuk naik ke pohon Totto-chan dengan menggunakan tangga dan menariknya sekuat tenaga. Padahal tubuh Tai-chan (anak laki-laki) jauh lebih besar dari Totto-chan. Totto-chan sangat kagum dengan Tai-chan karena ia sangat pintar fisika dan mengajarinya bahasa inggris ‘kitsune’ ‘fox’.

Namun suatu hari Tai-chan berteriak dengan marah pada Totto-chan;

“Kalau sudah besar, aku takkan menikah denganmu. Aku tak peduli walaupun kau memohon-mohon.” Setelah Totto-chan mengalahkannya dalam pertandingan gulat sumo pada hari olahraga sekolah.

Tapi Totto-chan tetap meraut pensil-pensil Tai-chan dan tak mepedulikan pensilnya sendiri.

“Aku akan tetap meraut pensil-pensilnya, karna aku cinta padanya.” (Halaman 192, ed. 18)

Begitu banyak cerita lucu yang menggambarkan betapa lugu dan tingginya rasa ingin tahu Totto-chan. Novel ini bagus, saat membaca buku ini, saya seolah dibawa untuk memahami kehidupan dan pola pikir seorang anak perempuan yang begitu periang.

Buku ini terdiri atas 272 halaman, diterbitkan tahun 2008, dan sudah 18 kali diterbitkan di Indonesia (2015). Buku ini pertama kali diterbitkan oleh Kodansha International, Ltd. tahun 1981 di Jepang. Buku ini dibuat untuk mengenang sang kepala sekolah Tomoe, Sosaku Kobayashi yang sangat sabar dan sangat mencintai anak-anak.

Selamat membeli, Selamat membaca! xoxo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s