Glaucomatocyclitic Crisis (Posner-Schlossman Syndrome)

2.2.1 Definisi

Posner-Schlossman Syndrome adalah penyakit yang dilambangkan oleh serangan akut, unilateral, dan adanya peningkatan tekanan intraokular (TIO) secara berulang (rekuren) yang disertai dengan peradangan ringan anterior chamber. Serangan berulang-ulang dari waktu ke waktu dapat mengakibatkan kerusakan glaucomatous jangka panjang.2

2.2.2 Epidemiologi

PSS biasanya mempengaruhi orang dewasa antara usia 20-50 tahun, meskipun kadang ditemukan kasus PSS pada usia 13-tahun. Prevalensi kasus PSS di Finlandia 1.9/100.000. 2

2.2.3 Etiologi

  1. Infeksi virus seperti virus Herpes Simplex Virus (HSV), VZV (Varicella Zoster Virus), dan Cytomegalovirus.
  2. Alergi
  3. Autoimun
  4. Vascular endothelial dysfunction.3

 

2.2.4 Klasifikasi

  1. Glaukoma sudut terbuka (Open-angle glaucomas)
  2. A. Idiopatik
  3. Glaukoma kronik (primer) sudut terbuka
  4. Glaukoma tekanan normal 2
  5. Akumulasi material yang menimbulkan obstruksi jalinan trabekula
  6. Pigmentary glaucoma
  7. Exfoliative glaucoma
  8. Steroid-induced glaucoma
  9. Inflammatory glaucoma
  10. Lens-induced glaucoma
  11. Phacolytic
  12. Lens-particle
  13. Phacoanaphylactic glaucomas
  14. Kelainan lain dari jalinan trabekula
  15. Posner-Schlossman (trabeculitis)
  16. Traumatic glaukoma (angle recession)
  17. Chemical burns
  18. D. Peningkatan tekanan vena episklera
  19. Sindrom Sturge–Weber
  20. tiroidopati
  21. tumor Retrobulbar
  22. Carotid-cavernous fistula
  23. thrombosis sinus cavernosus
  24. Glaukoma sudut tertutup (Angle closure glaucomas)
  25. A. Blok pupil
  26. Glaukoma primer sudut tertutup ( akut, subakut, kronik, mekanisme campuran)
  27. Glaukoma dicetuskan lensa
  28. Fakomorfik
  29. Subluksasi lensa
  30. Sinekia posterior
  31. Anterior displacement of the iris/lens
  32. Aqueous misdirection
  33. Sindrom iris plateu
  34. Glaukoma dicetuskan dari kelainan lensa
  35. Kista dan tumor iris dan korpus silier
  36. Kelainan koroid-retina
  37. Obstuksi membran dan jaringan
  38. glaukoma neovaskuler
  39. glaukoma inflamasi
  40. sindrom ICE
  41. pertumbuhan epitel dan serabut yang terganggu. 3

 

III. Kelainan perkembangan bilik mata depan

  1. Glaukoma primer congenital
  2. Glaukoma berhubungan dengan gangguan pertumbuhan mata
  3. Aniridia
  4. Axenfeld–Rieger syndrome
  5. Peter’s anomaly
  6. dll 3

 

2.2.5 Manifestasi Klinis

  1. Unilateral
  2. Berulang
  3. Ketidaknyamanan ringan atau rasa nyeri
  4. Peningkatan Tio
  5. Adanya presipitat halus berwarna putih di ruang anterior
  6. Kejadian yang berlangsung dari beberapa jam sampai minggu
  7. Tio normal dan tidak ada tanda-tanda uveitis diantara serangan
  8. Bidang visual dan diskus optik yang normal.

2.2.6 Pemeriksaan Fisik

Tekanan Intra Okular sering sangat tinggi, biasanya 40-50 mmHg. Tekanan Intra Okular yang tinggi disebabkan oleh banyaknya peradangan pada ruang anterior. Dengan ketinggian yang berkepanjangan dapat menyebabkan edema epitel kornea.

Tekanan Intra Okular meningkat mungkin berlangsung selama beberapa jam sampai minggu dan mungkin mendahului atau mengikuti reaksi dari ruang anterior.

Kriteria penting untuk diagnosis adalah sudut terbuka pada gonioscopy. Tidak ditemukan sinekia anterior perifer meskipun munculnya peradangan pada ruang anterior. Pada keadaan akut dapat terjadi penurunan perfusi saraf optik karena peningkatan tekanan intraokular.

Pemeriksaan angiogram iris dilakukan selama serangan akut. Pada pemeriksaan ini didapatkan iskemia pada segmen iris dan pembuluh darah yang tersumbat. Angiograms iris yang dilakukan selama “fase prodromal” pada saat tekanan intraokular normal juga menunjukkan adanya iskemia iris. 4

Topografi saraf optik dan flowmetry menunjukan perbedaan pada sebelum dan sesudah serangan. Piala volume dan luas yang diukur oleh Heidelberg retina Flowmetry dapat menunjukkan penurunan perfusi saraf optik selama serangan. Pada pasien dengan serangan yang berulang, kerusakan saraf optik glaucomatosa permanen dengan menyertai perubahan bidang penglihatan dan mungkin merupakan indikasi untuk intervensi bedah.

 

2.2.7 Pemeriksaan Laboratorium

Jika ada dugaan kuat untuk glaukoma uveitis karena virus, uji laboratorium untuk titers HSV, VZV atau CMV dapat dilakukan. Uji PCR virus juga dapat dilakukan.

 

2.2.8 Penatalaksanaan

Pengobatan harus individual untuk memenuhi kebutuhan pasien. Pengobatan awal adalah gabungan obat golongan topikal non steroid anti-inflamasi (NSAID) dan obat antiglaucoma.

Rekomendasi pengobatan meliputi:

  1. Topikal steroid : Prednisolone asetat 1%.
  2. Topikal antiglaucoma : Timolol 0.25-0.5% atau dorzolamide 2% (Beta blockers harus dihindari pada pasien dengan asma.)
  3. Anhydrase karbonat sistemik inhibitor : Acetazolamide 250 mg per oral
  4. Topikal NSAID : Diklofenak 0,1%
  5. NSAID Oral : indometasin 75-150 mg.

Miotik dan midriatik jarang digunakan karena meningkatkan efek tekanan intraocular. NSAID mempunyai efek mengurangi inflamasi komponen dengan menghambat produksi prostaglandin, dan obat-obatan antiglaucoma mengurangi produksi aquous humor; kedua efek ini mengkontrol tekanan intraokular.

Dalam kasus-kasus yang mana Tio tidak dapat dikontrol dengan menggunakan terapi medis yang maksimal, terapi bedah dapat dianggap, terutama ketika tanda-tanda kerusakan saraf optik muncul.

2.2.9 Prognosis

Pada beberapa pasien, serangan PSS yang telah diberi perawatan dapat sembuh tanpa menimbulkan gejala sisa. (Dubia ad bonam)

Namun pada sebagian lagi, PSS menimbulkan serangan berulang (rekuren) meskipun telah diberikan penanganan/ Serangan berulang-ulang dari waktu ke waktu bahkan jika telah diberi penanganan tersebut dapat mengakibatkan perubahan pada saraf mata hingga mengakibatkan kerusakan glaucomatous jangka panjang. (Dubia ad malam).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s