Acute Diarrhea (Diare Akut)

Definisi

Suatu Keadaan pada Buang Air Besar (BAB) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair lebih dari 3 kali sehari.

Epidemiologi

  • Masalah umum yang paling sering ditemukan diseluruh dunia
  • Frekuensi negara berkembang 2 – 3 kali negara maju
  • Salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada usia dibawah 5 tahun
  • 6 juta anak dunia meninggal / tahun

 

Etiologi

  • Infeksi: bakteri (E.Coli, shigella disentrin, virus (rotavirus) parasit (Entamoeba hystolitica)
  • Non Infeksi: keracunan makanan atau minuman malabsorbsi (def karbohidrat, cystic fibrosis), gangguan motilitas usus.

 

Klasifikasi

  • Waktu
    Akut: terjadi < 14 hari (dewasa), pada (anak) < 7 hari
  1. Kronis: terjadi > 14 hari
  • Mekanisme Patofisiologi
  1. Diare Sekretorik: bila terjadi gangguan transport elektrolit baik absorbsi yang berkurang ataupun sekresi yang meningkat (Penyebabnya: toksin dari mikroorganisme).
  2. Diare osmotik: bila ada bahan yang tidak dapat diabsorbsi dan dapat meningkatkan osmolaritas dalam lumen yang menarik air plasma (Penyebabnya: malabsorbsi KH).


Diagnosa

  • Anamnesa:

-Lama diare, frekuensi, konsistensi tinja, warna, bau, ada/tidak lendir dan darah

-Makanan dan minuman yang diberikan selama diare

-Adakah panas atau penyakit lain yang menyertai ( batuk, pilek, campak)

-Tindakan yang telah dilakukan ibu selama anak diare

  • Pemeriksaan Fisik

-Tanda – tanda dehidrasi : kesadaran, rasa haus dan turgor kulit abdomen

-Tanda – tanda  lain seperti, ubun-ubun besar cekung atau tidak, mata cowong atau tidak, ada atau tidaknya air mata, bibir, mukosa mulut dan lidah kering atau tidak

-Pemeriksaan ekstremitas : perfusi dan capilarry refil untuk menentukan derjat dehidrasi

  • Pemeriksaan Laboratorium
  1. Darah : darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah
  2. Urine : urine lengkap
  3. Tinja : pemeriksaan makroskopik ( warna, bau, ada lendir dan darah ) , pemeriksaan mikroskopik ( adanya leukosit , letak anatomis serta adanya peradangan mukosa )


Tatalaksana

Prinsip penatalaksanaan

  1. Mencegah terjadinya dehidrasi
    • Dapat dilakukan mulai dengan memberikan minum lebih banyak dengan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin , kuah sayur, air sup.
    • Macam cairan yang dapat digunakan akan tergantung pada :
      • Kebiasaan setempat dalam mengobati diare
      • Tersedianya cairan sari makanan yang cocok
      • Jangkauan pelayanan Kesehatan
      • Tersedianya oralit

Bila tidak mungkin memberikan cairan rumah tangga yang diajukan , berikan air matang

  1. Mengobati dehidrasi
    • Bila terjadi dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat, yaitu dengan oralit.
    • Bila terjadi dehidrasi berat, penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan ringer laktat sebelum dilanjutkan terapioral
  2. Memberi makanan
    • Berikan makanan selama diare untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Berikan cairan termasuk oralit dan makanan sesuai yang dianjurkan.
    • Anak yang masih minum ASI harus lebih sering diberi ASI.
    • Anak Usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapat makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit sedikit tetapi sering.
    • Setelah diare berhenti pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan anak
  3. Rehidrasi
  • Pengobatan utama pada diare akut, untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
  • Rehidrasi pada pasien yang masih dapat minum peroral, dapat diberikan peroral misal oralit
  • Pada pasien yang muntah-muntah dan tidak dapat minum diberikan rehidrasi melalui perenteral berupa cairan infus ringer laktat atau asering dll
  • Mengurangi rasa mual dan muntah
  1. Probiotik
  • Salah satu terapi suportif diare akut
  • Bakteri hidup atau bakteri campuran yang mempunyai efek menguntungkan pada saluran cerna dan saluran nafas manusia melalui kemampuannya memperbaiki keseimbangan mikroflora usus
  • Mikroba dari golongan bakteri asam laktat yang bekerja mempertahankan kesehatan manusia.
  • Terdapat tiga genus bakteri asam laktat yang sering dipakai sebagai probiotik antara lain Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Streptococcus
  • Efek samping yang paling sering adalah flatus dan konstipasi
  1. Antimikroba
  • Pada diare infektif, diberikan antibiotika / antiparasit / antijamur ((tergantung penyebab dari diarenya))
  • Pemberian antibiotik tidak dianjurkan pada semua pasien. Antibiotik diberikan pada pasien jika merupakan indikasinya, seperti pada pasien disentri
  • Antibiotik tidak digunakan secara rutin dan penggunaannya terbatas.
  • Antibiotika tidak diberikan pada kasus diare cair akut kecuali dengan indikasi, yaitu pada diare berdarah dan kolera
  • Trimetroprim/sulfametoksazole
  1. Zink
  • Diberikan selama 10 hari berturut-turut
  • Dapat mengembalikan nafsu makan anak
  • Mediator potensial pertahanan tubuh terhadap infeksi
  • Dapat meningkatkan absorpsi air dan elektrolit oleh usus halus
  • Meningkatkan kecepatan regenerasi epitel usus
  • Meningkatkan respon imun yang mempercepat pembersihan patogen dari usus
  • Pemberian seng memperbaiki permeabilitas usus
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s