UntukNya.

Mataku tertutup.
Kau tau?
Dunia dan seisinya menutup nyaris seluruh pikiranku.
Aku dan ambisiku.
Aku dan keinginanku untuk ada dipikiranmu.
Aku dan keinginanku tuk sempurna.
Aku selalu dalam sujudku lima waktu.
Tengadahku selalu padaNya.
Tapi hatiku tak sepenuhnya ku serahkan padaNya.

Aku buta.
Menutup aurat untukNya pun aku masih terlalu banyak alasan.
Dan atas dunia, aku akan selalu merasa kurang.
Kurang dari fisik.
Kurang dari kecerdasan.
Kurang dari segala hal.
Aku layaknya manusia yang tak persyukur atas segala anugrah yang diberikan Tuhan padaku.
Sedang hidup tak akan ada habisnya jika selalu dibandingkan dengan oranglain.

Dilain waktu, jika aku lupa, tolong ingatkan aku.
Imanku kadang lemah. Jiwaku sering rapuh.
Keinginanku akan dunia mengkungkungku dan seantero pikiranku.
Menekanku seolah dunia akan terbelah.

Aku banyak dosa. Aku punya banyak kekurangan.
Sedang aku tak tau kapan nyawa lenyap dari tubuh.
Tentang agama, aku banyak kurang. Aku bak awam.
Sedih.

Tentang lelaki yang kelak akan memimpinku hingga akhir, biar saja itu urusan Tuhan.
Aku tak ingin menggandeng lelaki bukan muhrim.
Agar lega hatiku, agar tenang pikiranku.
Hingga kelak lelaki pilihan Tuhan itu datang pada ayahku.
Menghalalkan dalam ijab qobul.

Pelan-pelan,
Aku ingin berubah.
Aku ingin merubah.
Tak sekedar bersujud atau tengadah.
Tapi menaruh seluruh hatiku padaNya.
Sebagai rasa syukur atas seluruh nikmatNya yang tak akan pernah bisa ku hitung jumlahnya.
Atas tiap-tiap doaku yang dikabulkan olehNya.
Atas seluruh hela napas.
Doakan istiqomah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s