Karna Allah.

Semakin banyak membaca buku agama, semakin sering menelaah isi Alquran, semakin aku merasa awam terhadap agamaku.

Sungguh banyak hal yang tak aku tau tentang agama. Pada Tuhan, aku sungguh malu.
Islam tak hanya tentang shalat lima waktu, menutup aurat, berpuasa, berbuat baik, ataupun bersedekah. Sungguh, semakin banyak tau, semakin merasa awam terhadap agamaku.

Islam, agama yang sungguh indah. Mengatur tiap-tiap hal dan membuat seorang perempuan yang taat terlihat begitu anggun, baik, dan santun.

Pelan-pelan, karna Allah, mulai perbaiki diri.
Yang awalnya lebih suka membeli buku roman, mulailah membeli kumpulan sunnah atau buku-buku agama.
Yang awalnya mengaji pun tak lancar, maka perbanyaklah mengaji hingga lancar.
Yang awalnya shalat kurang dari lima menit dan tak khusyu’, maka mulailah belajar memfokuskan diri saat shalat.
“Seolah menghadap langsung pada Allah, agar khusyu’.” -kata Ayah.

Sulit, memang.
Dunia dan seisinya seolah mendorongmu untuk lalai terhadap kewajibanmu padaNya.
“Main bentar ah, tanggung. Ntar baru shalat.”
Tiba-tiba udah adzan lagi.
“Gue ga cakep pake jilbab! nanti followers instagram gue berkurang!”
Tiba-tiba meninggal dunia. Sedang berjilbab hukumnya wajib.

“Nikmat dunia yang fana, dan sementara.”

Belajar pelan-pelan.
Satu per satu.
Semua butuh proses, toh?
Ketika iman rapuh, ingat bahwa

Hadiahnya surga dan kemudahan hidup, bukan sekedar kipas angin, lho.”

“Tak ada seorang pun yang dapat menolongmu kelak di Padang Mahsyar kecuali dirimu sendiri.”

“Jadilah anak yang shaleh agar dapat membantu orangtuamu kelak di Akhirat.”

Jika jujur dan ikhlas dari hati meninggalkan “hal-hal duniawi yang membuatmu lalai” karena Allah, Insya Allah tidak akan terasa berat untuk meninggalkannya.

Yang terasa sulit hanya di bagian awalnya saja sebagai ujian
“Apakah kamu sanggup untuk meninggalkannya karna Allah?”
“Seberapa besar rasa cintamu padaNya?”
“Seberapa besar ketakwaanmu padaNya?”

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad).

Umur siapa yang tau? ๐Ÿ˜Š
Mengamalkan agama itu tidak lama, cuma sampai meninggal.
kalau besok meninggal, yaudah sampai besok saja lusa tidak usah.
Ga susah, kan?

ย ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู

ย  ุญูŽุณู’ุจูู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽูƒููŠู„ู

Advertisements

One Reply to “Karna Allah.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s