Duhai Tuhan, Kenapa Rupaku Tak Cantik?

Duhai Tuhan, Engkau sungguh tak adil. Kenapa rupaku tak secantik teman sebangkuku? Kenapa wajahku tak semenarik Raisa? Kenapa tubuhku tak semolek artis korea? Kenapa warna kulitku tak seputih perempuan lain? Bukankah aku juga ciptaanMu?

Para lelaki tak akan tertarik padaku. Siapa yang akan menikahiku kelak?
Sedang rupaku tak cantik, kulitku tak putih. Untuk menjadikanku pacar saja tak ada yang mau selama hidupku.

Aih, Tuhan….
Jika aku buka sedikit auratku, mengubah gayaku seperti orang-orang barat, menggunakan celana pendek, mewarnai rambut, baju sedikit terbuka, suntik putih, operasi plastik, mungkin tak akan masalah.
Demi menemukan jodoh, agar terlihat menarik, ya Allah.

Nauzubillahiminzalik.

Sungguh tak jarang kita menemukan pemikiran seperti di atas.
Percayalah, semua perempuan itu cantik. Dan ya, menurut laki-laki cantik itu relatif.
Tiap orang memiliki kalimat sendiri untuk mendefinisikan arti “cantik”.
Cantik tak ditentukan dari apa warna kulit kamu, gimana bentuk wajah kamu, atau seberapa bagus bentuk tubuhmu.

“Like a butterfly in the wind. Some can fly higher than others, but each one flies the best it can. Why compare one against the other? Each one is different. Each one is special. Each one is beautiful.”

Yap, setiap manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya, dengan proporsi paling sempurna. Kamu sempurna, kamu diciptakan dengan ‘spesial’ dan ‘limited edition’ oleh Tuhan. Dipilihkan olehNya bentuk wajah dan tubuh yang paling baik serta paling sempurna menurutNya, lho. Yang artinya; di mata Tuhan, cantikmu sempurna. Hanya akhlak yang membedakan.

Di mata manusia, kamu tak cantik?
Kenapa Raisa lebih cantik?
Bukan, bukan Tuhan tak adil tak memberimu wajah secantik Raisa.
Tapi Tuhan sedang memberimu keringanan.
Sebab menjadi cantik sebenarnya adalah sebuah cobaan, lho.

Wajah yang rupawan, cantik bukan kepalang, kulit putih mulus, tinggi semampai, tubuh molek bak artis korea. Semua adalah ‘cobaan’ dari Tuhan. Dari sana, perempuan tersebut diuji apakah ia mampu menjaga karunia tersebut dengan menutupi auratnya hingga kelak akan membawanya menjadi wanita bahagia di dunia dan di akhirat? Ataukah malah menjerumuskannya ke dalam neraka?

Meskipun tak secantik Raisa, atau semolek artis korea, bersyukurlah.
Mungkin menurut Tuhan, jika wajahmu secantik Raisa, atau artis korea, kamu tak mampu menjaganya. Mungkin malah akan merugikanmu. Sebab hanya Allah yang mengetahui apa yang paling baik untuk umatNya, kan?

“Kamu lebih cantik deh kalo gak pake jilbab. Kamu lebih cocok pake rok pendek, celana ketat, baju belahan rendah atau baju keliatan puser kaya trend jaman sekarang. Kamu lebih cantik deh kalo hidungnya di mancungin dikit, kulitnya diputihin dikit. Kalo kamu kaya sekarang, kamu kurang cakep, kurang cocok sama kamu!”

No! Jangan terlalu memikirkan pendapat manusia tentang fisikmu.
Memangnya nanti di akhirat mereka bisa nolongin kamu dari dosa sebab menebar aurat?
Hidupmu di dunia hanya sebentar, sayang. Akhirat lebih kekal.
Ingat, setiap manusia diciptakan secara exclusive oleh Tuhan, diciptakan dengan sebaik-baiknya, dengan proporsi paling sempurna. Di mata Tuhan, fisikmu sungguh sudah sempurna. Kamu cantik, kamu sempurna.

Masalah jodoh?
Tenang. Tuhan telah menciptakan seorang lelaki paling sempurna untukmu. Hanya saja saat ini sedang disembunyikan olehNya, agar kamu dapat fokus untuk memaksimalkan usaha dalam mengembangkan dan memantaskan diri. Jangan sedih jika sejak lahir belum pernah berpacaran. Harus bersyukur sebab Tuhan selalu menjauhkan kamu dari dosa yang satu itu.

Lelaki yang tak baik pun bahkan akan mencari perempuan berakhlak baik untuk dijadikan istri.

Maka dari itu, Yuk, mulai menutupi auratmu dengan hijab dan mulai memantaskan diri!
Syukuri fisikmu, sebab kamu ciptaan ‘exclusive’ Tuhan, lho!

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (An-Nuur; 26)

Memperbaiki diri bukan demi jodoh, tapi demi sang Illahi.
Sebab tak ada yang tau apakah kita masih akan hidup hingga akhirnya bertemu dengan sang ‘jodoh’, atau lebih dulu menghadap sang Maha kuasa.

Mohon maaf jika terdapat kesalahan. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s