Histologi Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi

Jaringan Saraf Pusat.

1. Sel Purkinje (Cerebrum)

Sel purkinje terletak di dalam lapisan molekular. Badan selnya berada pada batas antara lapisan molekular dan granular, sedangkan percabangan sitoplasmanya, yaitu dendrit, banyak terlihat mengarahkan kelapisan molekular. Aksonnya (tunggal) masuk ke dalam lapisan granular.
cerebellum_40x_lbdcerebellum_100x_pc231475_lbdcerebellum__1__example_1__overviewpurkinje-layer-composite

2. Kornu Anterior Medulla Spinalis
Kornu anterior pada sajian tampak sebagai bagain sayap yang gemuk dan merupakan daerah yang paling banyak mengandung neuron. Sel saraf multipolar. Badan sel dan dendrit mengandung badan Nissl sedang akson atau neurit tidak. Pangkal akson menyatu pada bagian perikarion yang disebut dengan Akson Hillock.

Pada medulla spinalis terdapat central kanal. Pada kanal ini disekitarnya dapat ditemukan sel ependim. Namun sel ependim dibagian ini ‘diketahui’ tidak memproduksi CSS. Hanya sel ependim di ventrikular saja yang mengproduksi CSS.

efcc5f23aeebc255a0c00b42bdf4540ccentral_canal_pc271502_lbd
neuron_pc231450_lbd

3. Sel Glia (Sel Penyokong) Pada Sajian Cerebrum.
Sel Glia terdiri atas 4 jenis, yaitu Astrosit, Oligodendrosit, Mikroglia, dan Sel ependim.

Astrosit merupakan sel jaringan ikat SSP. Terdapat 2 jenis astrosit, yaitu; Astrosit protoplasmatis (banyak ditemukan di substansi kelabu otak dan sedikit di substansi putih. Prosesus sitoplasmanya bercabang, pendek, dan tebal. Setiap cabang tersebut beberapa kali bercabang lebih kecil sehingga gambarannya mirip lumut. Astrosit fibrosa memiliki posisi yang sama seperti astrosit protoplasmatis, bedanya percabangan sitoplasmanya banyak tetapi kurus-kurus atau tipis, panjang.

nm032b

– Oligodendrosit merupakan sel glia yang berfungsi untuk ‘menyelubungi’ axon sistem saraf pusat. Sel ini terdapat pada substansi kelabu dan putih. Badan selnya tampak seperti kacang kedelai dengan percabangan sitoplasmanya kurus-kurus dan hanya sedikit.

Sediaan di bawah ini dipotong secara melintang. Yang berwarna biru adalah axon, dan lingkaran berwarna bening yang mengelilingi axon tersebut adalah Oligodendrosit.

Jika pada SSP oligodendrosit yang menyelubungi sel saraf, maka pada SST sel Schwan yang menyelubunginya.

223-007223-006

Mikroglia merupakan sel glia yang paling kecil. Terdapat disubstansi abu dan putih. Badan sel agak gepeng, inti sukar dilihat.
neuron_pc231450_lbd

4. Sel Ganglion

Sel ganglion adalah sebuah sel saraf (neuron) yang umumnya tampak berbentuk poligonal. Percabangan sitoplasmanya tidak terlihat jelad dan hanya terlihat pangkalnya. Di sekitar ganglion terlihat banyak potongan serat saraf dan sel satelit.

plate103plate102


B. JARINGAN SARAF TEPI.

 5. Jaringan Saraf Tepi Potongan Melintang
Dalam sajian, serat saraf yang terpotong melintang tampak berupa lingkaran-lingkaran kecil yang kosong dengan bintik ditengahnya. Yang terlihat sebagai lingkaran adalah selubung mielin, sedangkan yang terlihat sebagai bintik di tengahnya adalak akson. Pada selubung mielin ini kadang dapat dilihat inti sel Schwann yang terpotong melintang sehingga terlihat bulat atau sering berbentuk ginjal. Sering juga terluhat serat-serat protein yangtersusu mirip jari-jari yang terentang dari akson ketepian selubung mielin yang disebut Neurokreatin. Neurokreatin akan terlihat lebih jelas pada pulasan khusus.

praktikum-histologi-blok-neurologi-20-638
b9781455705542000253_f025-004b-9781455705542
ner042he.jpg

6. Neurokreatin Serat Saraf Tepi (Potongan Memanjang)
Untuk melihat dengan jelas “palang ranvier” pada Neurokreatin, maka dilakukan pulasna khusus dengan protargol anilin biru. Akan terlihat jelas jaring-jaring benang protein penyangga selubung mielin yang merupakan neurokreatin.
nerv5ner040hepraktikum-histologi-blok-neurologi-24-638
nervefibers

7. Badan Vater Pacini (Pada sajian Subkutis Anus)
Terletak didalam jaringan hipodermis atau subkutis. Carilah di dalam lapisan yang disekitarnya terdapat banyak jaringan lemak. Bagunan ini merupakan badan khusu yang bersifat SENSORIK. Ini terdiri atas sejumlah lapisan fibroblas dan ruangan berisi cairan jaringan yang tersusun berlapis-lapis dengan serat saraf tak bermielin ditengahnya sehingga pada salah satu potongannya akan terlihat berupa sejumlah lingkaran yang sepusat mengelilingi sebuah bintik.

Bintik tersebut adalah serat saraf yang akan bermielin  lagi setelah keluar dari badan tersebut. Potongan sagital mirip bwang bombai merah. Selain di subkutis anus, juga ditemukan di kelenjar pankreas.

h_pacinian_010_01369

8. Badan Meissner
Bangunan ini terdapat di sajian kulit dalam papilla dermis. Badan ini terdiri atas percabangan ujung serat saraf sensoris yang diselubungi oleh sel Schwann yang tersusun horizontal melingkar keujung. Diluar selubung sel Schwann itu terdapat laisan fibroblas dan serat kolagen kasar. Di dalamnya terdapat ujung serat saraf.
praktikum-histologi-blok-neurologi-29-638-2WVSOM_Meissner's_corpuslce.JPG

9. Muscle Spindle (Gelendong Otot); Potongan Melintang.
Terletak diantara serat otot rangka. Merupakan badan khusus saraf sensoris.
praktikum-histologi-blok-neurologi-26-638praktikum-histologi-blok-neurologi-27-638

10. Motor End Plate (Cakram Motorik)
Cakram motorik merupakan ujung serat saraf motorik. Dipulas dengan tehnik pengendapan perak. Pada sajian, badan ini tampak berupa sebuah percabangan ujung serat bermielin yang berakhir pada serat otot rangka. Bagian yang menempel pada serat otot tidak bermielin lagi dan kelihatan bercabang seperti cakar ayam membentuk banguan mirip cakram.

praktikum-histologi-blok-neurologi-28-638
motor_end_plate_lbd_p1080005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s