Reminder; Jaga Lisan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sebagai mahluk sosial, manusia tak terlepas dari bait-bait kata yang digunakan untuk berkomunikasi. Saat berkomunikasi, manusia membicarakan tentang banyak hal. Dari hal-hal yang baik hingga kadang membicarakan hal-hal yang tak perlu. Sedang sesungguhnya tak hanya perbuatan yang bisa melukai orang lain, tanpa disadari lisan pun mampu melukai hati lebih dalam.

Sebab itu, sebagai pengingat, ku rangkum sedikit hadist dan ayat Alquran agar lebih menjaga lisan. Sebagai pengingatku jika lupa, alhamdulillah jika bisa menjadi pengingat bagimu juga. 😊

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahawasanya dia mendengar Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari)

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahawasanya dia mendengar Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia fikir, sehingga dengannya dia terjerumus ke dalam Neraka yang jaraknya lebih jauh daripada timur dan barat.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, daripada Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam Baginda bersabda;
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu kata-kata yang diredhai Allah tanpa dia menaruh perhatian padanya maka Allah mengangkatnya lantaran ucapannya itu beberapa darjat. Dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa memikirkannya maka ia menjerumuskannya ke dalam Neraka Jahannam.” (Riwayat Al-Bukhari)

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
“Barangsiapa yang dilindungi oleh Allah dari kejelekan antara dua rahangnya dan kejelekan antara dua kakinya maka dia akan masuk Syurga.” (Riwayat Al-Tirmizi, dia berkata: Hadis hasan)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat;
“Tahukah kalian apa itu ghibah?”Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. “Beliau berkata, “Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka” Ada yang menyahut, “Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?” Beliau menjawab, “Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya

Allah Ta’aala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggibah (menggunjing)  sebagian yang  lain. Sukakah salah seorang diantara kamu  memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Allah Ta’aala berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban” (Al-Israa : 36)

Allah Ta’aala berfirman:
Orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (Qs. Al-Ahzab: 58)

Allah Ta’aala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” (Al-Ahzab : 70-71)

Allah Ta’aala berfirman ;
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaf : 16-18)

Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 2581 dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda.

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda. ‘Beliau menimpali, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.

tumblr_nrxhq6c0u81tnos2zo1_1280untitled

Mohon maaf jika terdapat kesalahan. Semoga kita mampu menjaga lisan agar tak menyakiti siapapun, agar lisan kita mampu menjamin kita masuk ke surgaNya. Aamiin.
Semoga bermanfaat. 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s