Jangan Marah, Bagimu Surga.

AKU MARAH!
DIA MELAKUKAN KESALAHAN!

Ketika amarah sedang membakar seantero pikiranmu, mengaburkan jalan pikiranmu, mengundang munculnya kalimat-kalimat kasar, maka segeralah diam. Jangan katakan apapun. Tarik napas yang dalam dan hembuskan perlahan berulang-ulang kali.  Ucapkan “A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim” berulang-ulang. Akan lebih baik jika undur diri untuk mengambil wudhu.

”Duduk ketika sedang berdiri, tiduran ketika sedang duduk, jika masih marah, berwudhu atau mandilah dengan air dingin” (HR.  Abu Dawud)

“Jika kamu masih marah, padahal sudah dalam keadaan berbaring, segera bangkit dan ambil air wudhu untuk bersuci dan lakukan shalat sunah dua rakaat.”

“Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kok lebay banget sih harus ini itu? Marah doang kan biasa! Dia juga salah!


“Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki.”
(HR Ahmad).


” … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran:134).

Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)

Ketika marah, kita kadang tak mampu mengontrol kalimat yang keluar dari mulut. Bahkan hingga melakukan tindakan fisik. Semua kalimat sumpah serapah sangat mungkin keluar dengan mudahnya tanpa pikir panjang.

Marahmu hanya sesaat, tapi yang mendengar perkataan kasarmu akan mengenangnya sebagai luka dalam ingatan. Bahkan kadang beberapa orang tetap tak lupa setelah kamu meminta maaf berulang kali dan ia berkata “aku maafkan.”. Ingatan sungguh tak semudah itu hilang.

Diamlah sejenak.
Bicaralah setelah pikiranmu tenang.
Marahmu hanya sesaat.
this too shall pass.

Barangsiapa yang diam, dia selamat.” (HR. Tirmidzi no. 2501)

Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad).


tumblr_nstsxqqQva1qz96qxo1_500.jpg
“A’uzubillahi minasy syaitanir rajimi. Allahummagfirli zanbi wazhab gaiza qalbi wa ajirni minasy syaitanir rajimi.”

 Wa Allahu A’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s