PENATALAKSANAAN TRAUMA KAPITIS

Sumber : Buku Penuntun Neurologi Prof. Dr. Soemarmo Markam.

KOMOSIO SEREBRI
1.
Pasien istirahat (berbaring) hingga keluhan-keluhan hilang.
2. Obati keluhan simptomatis seperti nyeri kepala, mual, muntah.
3. Saat keluhan hilang, mulai lakukan mobilisasi. Sesegera mungkin agar tidak muncul neurosis traumatis. Mobilisasi; duduk-> berdiri -> berjalan. Jika mobilisasi baik, pasien dapat diperbolehkan pulang dan check up setelah 1 minggu keluar dari rumah sakit.
4. Jika tidak bisa mobilisasi atau muncul gejala seperti pusing, hentikan mobilisasi. lanjutkan esok hari.
5. Jaga agar asupan air tidak melebihi 2 liter per hari. Hal ini guna mencegah ‘kemungkinan’ terjadinya edem otak pada pasien.
6. Jaga asupan hingga 3 bulan, istirahat yang cukup, dan jangan terlalu lelah.

EDEM SEREBRI TRAUMATIK
1.
Input cairan diminimalkan (harus 800cc/hari selama 3-4 hari).
2. Beri obat diuretik (Furosemid 1mg/hari atau Asetazolamid 3 x 250mg atau Gliserin 10% dalam infus 200cc dalam waktu 20 menit, atau Mannitol 20% dalam infus 500 cc selama 30 menit).
3. Beri Antiinflamasi (Dexametasone 10 mg I.V) kemudian 5mg per 6 jam selama 2 hari pertama. 5mg per 8 jam untuk hari ke 3. 5 mg per 12 jam hari ke 4. 5mg per 24 jam pada hari ke 5.
4. Keluarkan cairan otak secara teratur agar TIK turun (hanya jika TIK meningkat).

KONTUSIO SEREBRI
1. Pertolongan pertama. A-B-C (Airway, Breathing-Circulation), serta bersihkan yang menyumbat saluran napas serta pakaian ketat. Miringkan letak penderira dan beri bantal pada kepala. Hentikan perdarahan external. Fiksasi tulang (bidai). Beri oksigenasi. Pemberian infus dilakukan hanya jika diperlukan (misal pasien shock). Biasanya pemberian infus baru akan diberikan pada hari ke 2/3/4 pertama pasca trauma guna mencegah kemungkinan terjadinya edem serebri.
2. Input cairan hari ke 3 hingga hari ke 4 dibatasi 1-1,5 liter dengan infus RL.
3. Berikan Dexametasone guna menghambat pembentukan edem.
4. Atasi gejala simptomatis seperti demam.

HEMATOMA EPIDURAL DAN SUBDURAL.
1. Pertolongan pertama. A-B-C (Airway, Breathing-Circulation).
2. Jika Tekanan intrakranial meningkat, beri Mannitol dan hiperventilasi. Posisikan kepala pasien 30 derajat. Beri pernapasan 16-20 x per menit dengan volume tidal 10-12ml/kg
3. Jika terjadi perdarahan, berikan vitamin K, atau protamin sulfat, atau transfusi platelet, atau beri faktor pembekuan darah.
4. Surgical; dilakukan guna mengeluarkan hematoma.


H
EMATOMA SUBARACHNOID.
Tatalaksana idem kontusio serebri.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s