Kenapa Ketakutan Berlebih dan Depresi dapat menyebabkan timbulnya penyakit berbahaya? Begini penjelasan ilmiahnya.

Pernah merasakan depresi berat, atau ketakutan berlebihan yang sulit untuk dikendalikan?
Mulai sekarang, yuk mulai berusaha memanajemen tingkat stress kita. Baik dengan cara liburan, mendekatkan diri dengan Tuhan dan keluarga, atau berbagi sedikit kebahagiaan bersama orang lain yang membutuhkan. Karna ternyata, stress, depresi, perasaan tertekan dan ketakutan yang dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan munculnya penyakit berbahaya seperti kanker serta penyakit yang disebabkan infeksi mikroorganisme. Kok bisa?

Hal ini disebabkan karena ketika seseorang mengalami ketakutan atau perasaan tertekan, perasaan tersebut akan menjadi “stressor”. Stressor tersebut akan dihantarkan ke salah satu bagian otak yang bernama “Amygdala”. Amygdala akan melanjutkan penghantaran sinyal “stressor” tersebut menuju ke Hypothalamus. Hypothalamus akan mengeluarkan hormon CRH (Corticotropin Releasing Hormon). Hormon CRH akan dihantarkan menuju kelanjar Pituitary. Pituitary gland akan mengeluarkan hormon Adenocorticotropin (ACTH) yang kemudian akan dihantarkan menuju Adrenal gland.

bigstock-Brain-limbic-system-vector-47040016.jpg

Adrenal gland akan menproduksi hormon stress yang disebut dengan hormon Cortisol dan mengeluarkan hormon Epinephrine. Kedua hormon ini akan menyebabkan meningkatnya gula darah tubuh yang disebabkan oleh glukoneogenesis; tidak menutup kemungkinan berat badan penderita akan turun. Meningkatnya heart rate, jantung berdebar, tekanan darah meningkat, perasaan tidak nyaman dan gelisah, merasa sesak, cepat lelah, menurunkan nafsu makan, shaking, keringan dingin, gangguan tidur, dan gangguan sistem imun.

Selain mengeluarkan hormon epinephrine dan cortisol, pada orang yang mengalami ketakutan dan stress berat juga terdapat abnormalitas dari hormon serotonin yang diproduksi oleh dorsal raphe nucleus, hormon norepinephrine yang diprosuksi oleh locus coeruleus, serta hormon dopamin. Keabnormalitasan ketiga jenis hormon tersebut menyebabkan gangguan bowel movement sehingga penderita tidak nafsu makan, menjadi susah konsentrasi, meningkatnya rasa ketakutan (ansietas), dan munculnya gangguan mood (penderita lebih mudah marah, tersinggung, iritabilitas).

Tubuh memiliki kompensasi terhadap kejadian stress pada seseorang. Ketika tingkat stress pada individu tersebut menurun, maka produksi dan abnormalitas dari hormon-hormon tersebut akan menurun dan kembali jadi normal. Namun jika stress dan ketakutan serta depresi tersebut muncul terus menerus atau hilang timbul secara konstan, maka kompensasi tubuh terhadap stress juga akan turun. Produksi hormon stress dan abnormalitas hormon tersebut akan terus menerus terjadi. Gejala yang muncul akan lebih parah, sistem imun akan sangat turun sehingga penderita sangat rentan terkena penyakit infeksi dan menjadi cukup parah karena sistem imun tak mampu membantu dalam proses melawan proses patologis tersebut.


Yuk, mulai sekarang mulai manajemen stress! Jika sudah terasa cukup berat bebanmu, mungkin sebagai tanda bahwa hati serta pikiranmu butuh istirahat dan hiburan.
Karna sehat bukan hanya tentang fisik yang kuat, tapi juga pikiran yang bahagia. :):)

“Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity” —- WHO (World Health Organization).

Advertisements

2 Replies to “Kenapa Ketakutan Berlebih dan Depresi dapat menyebabkan timbulnya penyakit berbahaya? Begini penjelasan ilmiahnya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s