Duhai Tuhan, Aku menyukainya, Aku ingin memilikinya.

Aku menyukaimu.
Aku rindu.

Hatiku meradang. Rindu. Ingin bertemu.
Ku tengadah, mengadu. Dalam doaku, dalam sujudku, selipkan namamu.
Agar lega dadaku dan cukup Tuhan yang tau tanpa mengganggumu.

Aku ingin memilikimu.
Inginku memilikimu kadang sungguh terlalu besar.
Tapi kemudian bukankah aku harus sadar sekalipun akhirnya bersama dalam hubungan yang sah, kau tetap bukan milikku?
Kau milik ibumu dan aku milikmu.
Aku sungguh tak layak berharap memilikimu sedang ragaku saja bukan milikku, tapi milik Tuhanku.

Hatiku gundah.
Tak jarang hatiku dipenuhi ketakutan jika suatu saat kamu menyukai perempuan lain, sedang aku pecemburu.
Tapi bukankah aku tak layak untuk mempermasalahkan hal tersebut?
Bukankah hatiku harusnya ikhlas dan tak bersedih hati?
Bukankah harusnya aku tak mengeluh apalagi gundah hanya karna dipisahkan denganmu sebab aku lebih mencintaiNya dan keputusanNya?


Aku sungguh menyukaimu.
Aku sungguh menyukaimu bahkan setelah tahun-tahun yang berlalu.
Ku perjuangkan rasaku dengan cara yang kupunya.
Hingga Allah berkata, ‘Sudah berhentilah berusaha, keadaan inilah yang terbaik untuk kau terima.’

Maka ku ikhlaskan seluruh hatiku terhadapmu pada keputusanNya.

Pemegang skenario kehidupan adalah Allah, maka seluruh pinta dan harapku ikhlas ku pasrahkan padaNya.

Pilu, pahit. Menyakitkan hati tak bisa ditampik. Ikhlas bukan perkara yang mudah.

Tapi bukankah Allah dapat dengan mudah mengubah takdir hidup umatNya, apalagi hanya membolak-balikan hati manusia?

Untuk sekedar memisahkan Adam dan Hawa saja Allah bisa. Pun menyatukan keduanya, Allah memiliki kehendak.

Bukankah aku harus sadar ntah sebaik apapun manusia merancang hidupnya jika Allah berkata ‘tidak’, maka seluruh rancangan itu hanya akan sia-sia?

Bukankah aku harus sadar bahwa segala keputusanNya adalah takdir yang paling baik?

Duhai Tuhan, ku mohon lapangkan hatiku, bantu jiwaku tuk ikhlas.
Ku lepaskan hatiku hanya karenaMu dan ku terima apapun dengan tabah, yakinku semua pasti akan berakhir dengan indah.

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)

“Jodoh bukan hanya perkara cinta. Lebih dari itu, kita akan menghabiskan sisa waktu hidup bersamanya. Maka, bersabar adalah kuncinya. Percayalah, Allah tidak pernah mengecewakan hambaNya.”

Melepaskanmu dan berusaha mendekatiNya bukanlah hal yang mudah, namun beginilah caraku mencintaimu dengan sempurna.

Semoga Allah selalu menjaga hatiku dan memudahkanku dalam memantaskan diri. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untukku, pun untukmu. Aamiin. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s