#Book Untuk Matamu, Kharisma P. Lanang. (Kumpulan Puisi)

MENYENANGKANMU

Aku hanya
ingin menyenangkanmu.

Maaf bila caraku
salah, atau tak sesuai
keinginanmu.

Di luar segalanya,
semua kembali
pada awal
kalimat
ini.

TANPA PERLU

Mendekatlah,

lalu mari kita belajar
saling memberi hangat,
tanpa perlu menjadi
api.

Saling memberi sejuk,
tanpa perlu menjadi
hujan.

AKU

Aku
takkan
pernah
mengerti
mengapa aku
menyayanginya.

Namun aku rasa
alasan menyayanginya
kian bertambah,
di setiap ia
mengedipkan
mata.

MEMILIKI AKU

Aku ingin
begitu bernilai
dimatamu.

Sampai nanti suatu
saat bila kau
tak memiliki apapun

kau tersenyum,
karena masih
memiliki aku.

CARA TERCEPAT

Pada akhirnya
aku menyadari,
melihatmu baik-baik saja,

ialah cara tercepat
untuk memastikan
bila dunia ini,

masihlah tetap
baik-baik saja.

KEMBANG API

Kita semua
pernah menjadi
kembang api
di tahun baru
seseorang,

terbang,
melayang,
menyala,
meredup,
kemudian

selesai.

TAK SEMUA

Semua orang—
layak untuk
dicintai.

Namun tak semua
yang kau cintai
layak untuk

dipertahankan.

ESAI

Kau jawabanku,
terserah tentang pertanyaannya.

MEMILIH HAUS

Terkadang aku seperti
segelas air
yang telah disiapkan.

Tetapi kau—
tetap memilih
haus.

DARIPADA JARAK

Dekat tetapi
tetap—
merasa hening,

lebih menyakitkan
daripada jarak.

TEMANI AKU

Hidup terlalu singkat,
sedang Bumi
terlalu luas.

Bisa temani aku,
untuk keduanya?

RINDU

Rindu tak diciptakan
oleh jarak,
namun oleh perasaan.

Kamu merindukan—
bukan karena ia jatuh,
namun karena ia
telah ada,
di dalam kamu.

JALAN BUNTU

Bila aku harus pergi,
itu ialah kau
yang harus bahagia.

Namun bila kau
kebahagiaanku,

bagaimana aku
bisa pergi?

AKU BERJUANG

Kau bukan
hanya sekedar
pilihanku.

Sebab,
aku tak
sekedar memilih,

aku berjuang.

TERTIMBUN

Aku tak pergi,—
aku tak ke mana-mana.

Bila aku tak kau lihat,
mungkin aku hanya
sedang tertimbun
oleh keinginanmu

yang lainnya.

MULAI LELAH

Hatiku perlu mematahkan dirinya berkali-kali
untuk menemukanmu.

Sekarang aku ingin bertanya satu hal,
masihkah kau akan pergi?

SEKALIPUN

Kau tetaplah
yang tak pernah
kuhembus

Sekalipun
udara terakhir
keluar dari tubuhku.

TANPA ALASAN

Jatuh cintalah
tanpa alasan-alasan.

Agar bila kelak
ia tak lagi
memiliki alasan-alasan
untuk kau cintai,

kau tak memiliki
alasan-alasan
untuk pergi.

TETAP MENANG

Dicintaimu,
selalu membuatku merasa
lebih beruntung,

dari mereka
yang memiliki
segalanya,

tetapi tidak
memiliki kamu.

MASIH

Masih ingin lebih
membahagiakanmu.

Masih selalu butuh
dibutuhkanmu,

Masih tetap ingin
menjadi yang selalu
kau inginkan.

Di hatimu,
aku masihlah ada,
sejauh mana kakimu
melangkah.

PERCUMA

Kira-kira
singkatnya begini,
kau harus bahagia,
meskipun tidak
harus denganku.

Namun kau juga
harus mengerti,

aku benci kalimat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s