Kok Lepas-Pasang Hijab, sih? (Self Reminder)

Posting ini tidak akan membahas tentang hukum-hukum yang mengharuskan mengenakan hijab ataupun ayat-ayat yang membahas tentang sanksi yang didapat jika tak mematuhinya. Posting ini akan membahas tentang perempuan dan hobi lepas pasang hijab. Sebagai self reminder untuk saya sendiri, alhamdulillah jika mampu menjadi pengingat bagimu juga. ^^

Adalah suatu hal yang cukup lumrah kita dapati di kehidupan modern dimana perempuan yang awalnya mengenakan hijab kemudian lepas pasang hijabnya atau bahkan benar-benar melepas hijab. Alasannya pun beragam, mulai dari diri yang merasa jauh lebih cantik saat tidak mengenakan hijab, pergaulan, dorongan narsistik di sosial media, atau karna orang yang dulu mengajurkan menggunakan hijab membuat perempuan tersebut kecewa; sehingga dipikirannya berhijab bukan lagi hal yang harus dilakukan.

Pada dasarnya setiap perempuan ingin terlihat cantik. Baik di hadapan sesama perempuan ataupun (dominannya) terlihat cantik di hadapan lawan jenis. Marilyn Monroe pernah bilang;

“Boys think girls are like books. If the cover doesn’t catch their eyes, they won’t bother to read what’s inside.”

Ada benernya sih. Rata-rata lelaki pertama tertarik dari penampilan terlebih dahulu, baru kemudian diikuti dengan inner beauty. Perempuan pun berlomba-lomba berusaha terlihat cantik. Ntah dengan rutin merawat diri ataupun dengan melakukan tindakan-tindakan medis. Yang mengenakan hijab tak jarang melepas hijab karnanya.

Dulu ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas sepuluh, saya juga melakukan hal yang sama; lepas-pasang hijab. Sekarang alhamdulillah sudah berhijab lagi. Cukup lama bagi saya untuk benar-benar memutuskan mengenakan hijab selamanya. Saya mencari banyak literatur, membaca banyak buku agama, mencari ayat-ayat al-quran dan hadist, hingga bertanya pada beberapa orang (laki-laki dan perempuan) yang saya anggap fasih dalam ilmu agama. Semacam mencari alasan kuat yang logis untuk dicerna dan dijalani. Namun hati saya belum ‘klop‘ untuk berhijab.

Godaan dunia mah banyak. Ketika kamu bilang belum siap, hatimu akan selalu berusaha mencari-cari alasan. Namanya juga dunia. Akan selalu ada alasan. Alasan mulu, kaga siap-siap dah tuh hati.

Tibalah saya menemukan salah satu blogger yang menjelaskan beberapa hadist dan ayat al quran tentang behijab yang dibubuhi kalimat yang menggugah pemikiran saya. Kira-kira seingat saya kalimatnya begini;

“Al quran berisi perintah langsung dari Allah, yang artinya wajib untuk dikerjakan dan mendapatkan hukuman jika tak dikerjakan. Perintah berhijab tertulis jelas di Al quran, yang artinya berhijab itu wajib hukumnya. Jika kamu tidak mematuhi perintahNya, sama saja seperti kamu melawan terhadapNya. Tidakkah kamu tau bahwa melawan orang tuamu saja sudah masuk neraka, apalagi jika durhaka padaNya? Tempatmu kekal di neraka jahannam.

K-E-K-A-L lho.
Sehari di neraka aja sama dengan 1000 tahun di dunia. Gimana kalo kekal?
Nauzubillahiminzalik.

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).

Allah lho yang kamu lawan, bukan manusia. Allah yang menciptakan kamu, yang memberikan kamu rezeki, yang memberikan kamu fisik yang baik, yang mengizinkan kamu bernapas hingga detik ini. Gimana kalo tiba-tiba kamu meninggal tapi belum pakai hijab?
Karna nyatanya, kita harus menyadari dengan sesadar-sadarnya kematian datang tak memandang usia dan tak harus didahului penyakit. Karna nyatanya, semua manusia akan meninggal dunia tanpa terkecuali.

Yakin mau merelakan akhirat yang kekal demi dunia yang hanya sementara?

Udah, hijabnya dipake aja terus, jangan lepas pasang. Bentar doang kok pake hijabnya. Sampe meninggal doang. Kalo besok meninggal, yaudah sampe besok aja. Sisanya auratmu akan ditutupi kain kafan. Meskipun terlihat kurang cantik, gerah, panas dikit engga apa-apa, tahan aja. Api neraka lebih panas.

By the way, kalo takut engga ada yang suka karna kamu berhijab, kamu salah lho. Jodoh udah ditentukan Allah, kok. Gausah takut engga kebagian atau ketuker. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik kok. Hehe.

Meskipun belum sempurna, tapi setidaknya cobalah belajar pelan-pelan. Saya juga masih tahap belajar kokoh pada pendirian, kok. Jika pondasinya udah kokoh, baru deh dengan seizin Allah mulai menyederhanakan hijab; hijab syar’i. Belajar secara bertahap..

Pakai hijabmu hanya karna Allah, jangan karna disuruh orang lain. Karna berharap pada manusia hanya membuat kecewa, ntar malah jadi ngelepas hilbab karna niat pakai hijabnya dari awal karna ‘manusia’. Niatin dari hati, karna Allah. Inget, Innamal a’malu binniyat; sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung kepada niatnya.

Buat tambahan bahan bacaan tentang hukum berhijab, bisa klik disini.

Semoga kita selalu diingatkan olehNya pada jalan kebenaran. Semoga hati kita selalu dikuatkan olehNya agar menggunakan hijab hingga nyawa tak lagi dikandung badan. Aamiin.

Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan. Barakallahu fiikum. ^^

materi-power-point-ustadz-felix-siauw-hijabsyari-25-638.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s