Sebuah Renungan Teruntukmu yang Sedang dalam Penantian.


“14 TAHUN AKU NUNGGUIN KAMU!”

Familiar dengan kalimat tersebut?
Atau yang ini;

“Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu.. JAHAT!”

Teruntuk kamu yang sedang dibuat menunggu sesuatu yang boleh jadi datang, boleh jadi tidak, mari luangkan waktumu sedikit untuk memikirkan hal ini:

Jika kamu adalah Cinta, apakah kamu juga akan bilang bahwa Rangga jahat? Sangat mungkin. Namun, jika dipikirkan kembali, bukankah Cinta punya pilihan untuk tetap tinggal atau tidak menunggu sama sekali?

Untuk wanita-wanita baik yang sedang dibuat menerka-nerka tentang sesuatu yang boleh jadi ada, boleh jadi tidak, ingat pesan ini baik-baik :

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan pada kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya” – Imam Syafi’i

Mari tanyakan pada titik kecil disudut terjauh, tanyakan pada hati masing-masing; apakah ia sudah meletakkan harapan ditempat yang tepat?

Jika jawabannya “belum”, maka sekarang waktu kita untuk berbenah.

Kenapa kita harus ragu dan dibuat terus-terusan menunggu?
Padahal jelas-jelas Allah sudah memberikan jaminan pada kita :

“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) ” An-nuur: 26

Maka itu, lepaskanlah. Kamu dan dia sama-sama manusia. Kamu dan dia sangat mungkin untuk saling mengecewakan. Fokusmu bukan untuk menunggunya, fokusmu adalah untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Dan hatimu? ia berhak akan ketenangan.

Apalagi yang kau cari?
Percayalah, menemukan akan lebih indah daripada mencari.
Atau mungkin kau yang akan ditemukan?
Siapa yang tahu?

“Tetapi laut, ombak, dan isinya selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.” – Fahd Pahdepie

Lepaskanlah, maka yang terbaik akan datang.
Hei! kisah-kisah di drama yang kau saksikan, cerita cinta dalam buku yang kau baca, dan dongeng- dongeng yang melegenda,itu semua ada penulisnya. Tetapi kisah cintamu, siapa penulisnya?
Allah.
Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kamu mau meyakini bahwa kisah kamu pastilah yang terbaik yang dituliskan?

Lepaskanlah, maka yang terbaik akan datang.
Jika suatu hari kamu dibuat ragu, mungkin kamu perlu ingat kutipan dibawah ini :

Kamu tahu? tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar bahwa tidak ada kabar.
Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian bahwa tidak ada kepastian.
Hidup ini juga memang tentang menunggu, Menunggu kita untuk menyadari : kapan kita akan berhenti menunggu.–

 

Dikutip dari bang Larasjati Tartiko, S.ked. #TINSMUSLIMAH

Advertisements

One Reply to “Sebuah Renungan Teruntukmu yang Sedang dalam Penantian.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s