Penjelasan Ilmiah; Hubungan Stress (Tertekan) terhadap Perubahan Napsu Makan dan Jantung Berdebar-debar.

Kenapa sih orang yang stress dan tertekan jantungnya berdebar-debar dan napsu makannya bisa naik atau malah jadi makin kurus?

Ketika seseorang berada dalam keadaan stress atau tertekan, tubuh akan memproduksi hormone stress yang bernama kortisol. Kortisol dihasilkan oleh korteks adrenal pars fasikulata. Hormon ini memiliki banyak peran, beberapa diantaranya adalah antagonis insulin, pemicu glukoneogenesis, meningkatkan sensitifitas jaringan terhadap katekolamin (epinephrine dan norepinephrine), menghambat agregasi neutrophil ke jaringan yang membutuhkan, meningkatkan sekresi HCl dan menurunkan produksi mukus lambung.

Terus gimana sih mekanisme jantung bisa berdebar-debar saat stress atau tertekan?

Hal ini karena kortisol meningkatkan sensitifitas jaringan terhadap hormone katekolamin (epinephrine dan norepinephrine). Salah satu tugas si epinephrine (adrenalin) adalah meningkatkan kinerja simpatis sehingga menyebabkan meningkatnya denyut jantung. Makanya saat stress atau tertekan jantung jadi berdebar-debar.

Terus gimana, sih mekanisme orang yang stress atau tertekan napsu makannya bisa meningkat atau malah jadi kurus?

Kortisol adalah hormone yang bekerja secara antagonis terhadap insulin. Padahal insulin berfungsi untuk memasukkan glukosa dari darah ke jaringan agar sel mendapatkan bahan bakar untuk metabolisme. Nah, karna enggak ada glukosa yang masuk ke jaringan sedangkan sel butuh bahan bakar, maka terjadilah mekanisme kompensasi bernama glukoneogenesis.

Glukoneogenesis itu apa sih?

Glukoneogenesis itu adalah mekanisme tubuh mengubah bahan lain selain glukosa, yaitu asam amino dan asam lemak untuk dijadikan sumber energi. Tapi energi yang dihasilkan hanya dapat digunakan oleh sel-sel tubuh sedangkan otak hanya mau energy dari glukosa aja.

Nah proses glukoneogenesis terjadi dominan di hepar. Asam amino dan asam lemak tersebut didapat dari katabolisme jaringan lemak dan katabolisme protein dari otot / matriks tulang / kulit. Untuk mengkompensasi penggunaan simpanan lemak dan protein tersebut, tubuh akan menekan fungsi leptin sehingga orang tersebut akan merasa lapar dan napsu makannya jadi naik, deh.

Jika asupannya kurang dan terus menerus berada dalam keadaan stress, maka proses katabolisme asam lemak dan asam amino dalam tubuh akan terus berlanjut dan menyebabkan orang tersebut makin kurus karna simpanan lemak dan protein dalam tubuhnya terus berkurang.

Jika dalam keadaan stress atau tertekan, jangan lupa seimbangkan asupan tubuh kamu, ya! ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s