Duhai Tuhan, Aku Butuh Pacar.

Duhai Tuhan, hatiku gundah.
Aku butuh seseorang untuk menemaniku, mendengar gundahku, atau sekedar bertanya;
“Bagaimana harimu? Menyenangkan, kah?”

atau “Kamu udah makan?” atau “Semangat kuliahnya, sayang!”

Iya, ‘sayang’.

Aku butuh seorang pasangan yang disebut orang-orang sebagai pacar. Seseorang yang bisa ku panggil ‘sayang’. Dipersatukan karna saling cinta dan saling sayang. Menghabiskan banyak waktu bersama. Makan bareng atau nonton film bioskop terbaru. Gandengan kaya orang-orang.

Aih, aku sudah terlalu lama menjomblo, duhai Tuhan. Aku gundah, gundah gulana. Aku butuh pacar. Pertemukanlah satu bagiku sehingga aku tau ada seseorang di luar sana yang mencintaiku meski dengan segala kekuranganku.

Pernah terpikir hal yang serupa dengan tulisan di atas?

Kita hidup di zaman dimana menjadi ‘single’ atau ‘jomblo’ terlihat menyedihkan. Dihina, disindir. Pacar seolah menjadi ‘kebutuhan’ dan ‘keharusan’ untuk dimiliki. Tidak memiliki ‘pacar’ atau ‘gebetan’ seolah tanda bahwa ‘no one wants me. nobody loves me, nobody likes me‘. Padahal konsep tersebut salah besar. Sebuah rahasia umum bahwa pacaran mendekati suatu perbuatan yang disebut zina. Baik zina mata, zina hati, hingga zina perbuatan.

Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi).

Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'” (QS. An Nur: 30).

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : ‘Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya’.” (QS. An Nuur [24] : 31).

Sudah jelas, kan bahwa pacaran dilarang?:)

Jadi jika kamu gundah karna tak punya pacar, gundah karna dihina engga punya pacar, ingat aja bahwa

“Allah sedang menjagamu dari dosa.”

dan

“Kamu sedang berjuang menghindar dari dosa dan tetap berada dijalanNya, demi meraih surgaNya.”

Berjuang untuk menghindari dosa pacaran yang sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Lantas jadi gunung, lantas jadi benua, lantas jadi sebanyak bintang di angkasa. Karna nyatanya, hidup di akhirat lebih kekal sedang di dunia cuma bentar doang. 🙂

Emang kalo punya pacar, pasti bahagia?
Tak ada jaminan punya pacar bisa bahagia.
Udah dapet dosa, belum tentu bahagia lagi. Tak jarang orang-orang yang berpacaran malah kebanyakan galau, sedih, cemas, dan terlalu berharap terhadap seseorang yang belum tentu jadi jodoh. Rugi waktu, rugi uang, nambah dosa, lagi. Banyak kerugiannya, kan?

Jika kamu merasa tak dicintai karna tak punya pacar, tenang! Percaya atau tidak, ada seseorang yang senang memperhatikanmu dari jauh. Mencintaimu lewat doanya dan usahanya jadi pribadi yang lebih baik agar kelak mampu membahagiakanmu.

Jangan takut engga kebagian jodoh. Jodoh kamu udah disiapin Allah SWT, kok. Didesign Allah SWT ‘khusus’ sesuai sama kamu, lho. Inget, ya, Jodoh itu adalah cerminan diri. Kamu akan dipertemukan dengan jodoh yang baik jika kamu baik, dan sebaliknya.

Yuk, mulai memperbaiki diri! ^^

Kalo gundah dan butuh teman cerita, cerita ke Allah aja. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Allah engga cuma dengerin cerita kamu, tapi plus diberi kelapangan hati dan jalan keluar, lho.

Ikhtiar di jalanNya itu kadang terasa engga mudah, emang. Karna hadiahnya surga dan kemudahan hidup, bukan sekedar kipas angin atau dispenser.

Yakinlah hanya Allah yang paling tau apa yang paling baik buat kita dan siapa yang paling cocok buat kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. (Al Baqarah) 2: 216)

Semoga hati kita selalu dijaga olehNya hingga akhirnya dipertemukan dengan seseorang yang disebut orang-orang sebagai ‘jodoh’. Kuncinya bersabar. Semua ada waktunya dan kita akan dipertemukan dengan sang jodoh jika sudah waktunya.

Bismillah, semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s