Tuhan, Maaf, Aku Lancang..

Aku berbunga-bunga.
Aku jatuh cinta.
Rona merah jambu memenuhi seantero pikiranku.
Lelaki itu bak pesulap. Mengubah hari-hari sendu jadi riang.
Aku curiga, barangkali selain berprofesi sebagai mahasiswa, lelaki itu juga berprofesi sebagai tukang bunga. Sebab hatiku berubah bak taman bunga di musim semi.
Indah, merkah-rekah.

Namun tanpa sadar, aku menggusur sebagian besar ruang pikiranku yang harusnya tertuju untuk Tuhan menjadi sungguh sempit karna bahagia duniawiku. Padahal nyatanya, mungkin Tuhan mengirimkan lelaki itu sebagai pemicu bahagiaku, bukan untuk membuatku menggeser posisiNya di pikiranku, bukan untuk membuatku lupa akanNya. Aku sungguh buta, aku sungguh tidak bersyukur. Jiwaku sungguh menyedihkan.

Sekali waktu, ku telaah lagi isi blogku. Semua berisi puisi cinta, penuh hal-hal duniawi. Aih, Tuhan, maafkan aku yang terlampau lancang menggeser posisiMu di pikiranku.

Tuhan, ku mohon tolong jaga hati dan pikiranku tetap berada di jalanMu. Tuhan, ku mohon ingatkan aku jika aku lalai dan jauh dariMu. Sebab tanpaMu, aku bukan apa-apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s