Toilet; place where great ideas was born. (Penjelasan Ilmiah)

  • Why do the best ideas happen in the most unusual places like toilet?
  • Why do the most of people think that toilet is one of the best place to thinking?
  • Why do the most of people think that toilet is the better place for making plans or to think more concentrically?

Pernah terpikirkan pertanyaan yang sama seperti di atas?

Salah satu teman saya sangat menyukai toilet sebagai tempat untuk berpikir dan berimajinasi. Ia bahkan menamai toiletnya sebagai “ruang imajinasi”. Sedikit aneh memang, tapi ternyata tak hanya ia yang merasakan hal serupa. Cukup banyak artikel asing yang membahas tentang toilet dan munculnya ide-ide brilian bertebaran di internet.

Jadi, jika anda merasakan hal yang serupa, you’re not alone dude.

Kok bisa sih?
Bukannya toilet adalah tempat untuk membersihkan diri dan buang hajat?

Penelitian menunjukan, pikiran anda lebih mudah mendapatkan “pencerahan” saat melakukan sesuatu yang monoton, seperti showering, mandi dengan santai, atau duduk di toilet dengan santai untuk buang air besar. Hal ini dikarenakan kegiatan di dalam toilet tidak membutuhkan banyak pemikiran.

Selain itu, kamar mandi adalah ruang private yang aman dan tertutup dimana anda bisa berada disana seorang diri, menghabiskan waktu untuk melepaskan diri dari life-pressure sehingga anda merasa lebih nyaman dan relaks. Ketika pikiran anda menjadi lebih relaks, pikiran anda akan beralih ke mode “autopilot”.

Mode autopilot ini akan membebaskan pikiran “alam bawah sadar” anda untuk mengerjakan sesuatu yang lain; semacam melamun (re: daydreaming). Pikiran anda akan berjalan mengembara, membiarkan otak anda berpikir bebas tanpa batasan dan pikiran “alam sadar” anda akan diabaikan.

Proses ini akan menyebabkan relaksasi korteks pre-frontal yang merupakan pusat komando otak untuk keputusan, sasaran, dan perilaku. Proses ini juga akan mengaktifkan “default mode network” atau DMN yang akan “membersihkan” jalur yang menghubungkan wilayah yang berbeda dengan noggin anda. Pengaktifan DMN dan relaksasi korteks pre-frontal ini pada akhirnya akan membuat koneksi baru yang kreatif dan mendorong gagasan-gagasan fresh muncul.

Dewasa ini, diketahui bahwa otak tidak terlalu aktif saat kamu terfokus dalam suatu tugas. Sebaliknya, penelitian menunjukan bahwa otak anda lebih aktif saat anda melepaskan pikiran anda berjalan mengembara (re: daydreaming).

Ketika anda merasa relaks, otak anda juga akan melepaskan neurotransmitter dopamine. Dopamine (re: “pleasure feeling hormone”) berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, rasa percaya diri, dan dapat meningkatkan kreatifitas anda. Gelombang alfa pada otak anda juga akan mengalami peningkatan. Peningkatannya serupa seperti saat anda sedang bermeditasi atau merasa senang. Peningkatan dopamine dan gelombang alfa plus aktifasi DMN dapat meningkatkan letupan-letupan ide-ide brilian.

That’s the reason why toilet is one of the best place to thinking. Maka, mari kita gelari toilet sebagai;

Toilet; place where great ideas, beyond imagination, and creativity was born. lol

Untuk referensi bahan bacaan, bisa klik di bawah ini:

Mentalfloss Article
Huffington Post

Semoga bermanfaat xoxo

 

Advertisements