#DIY Cara Membuat Buket Bunga Wisuda Low budget, Simple, tapi Bagus.

Kamu punya banyak teman yang akan diwisuda? Ingin memberikan mereka bunga wisuda namun dengan dana terbatas? Selamat! Kamu menemukan post yang tepat! Kali ini saya ingin membagikan cara membuat tiga bunga wisuda sederhana dengan budget below cepek (dibawah 100.000 rupiah).

  • Alat dan bahan yang dibutuhkan beserta harga (harga tergantung daerah) :
    2 isi lem tembak : 4.000 rupiah
    2 Sisi kardus bekas/ Kertas bekas/ Karton bekas
    1 meter kain satin : 16.000 rupiah
    1 meter kain tile : 16.000 rupiah
    1 meter kain tissue metalik pink : 21.000 rupiah
    1 buah buket bunga artifisial berisi 10 tangkai bunga : 22.000 rupiah
    Pita kain : +/- 8.000 rupiah
    3 Karet gelang bekas
    Gunting
    Lem TembakKain

  • Cara Membuat:
    1. Pertama, lepaskan semua bunga dan daun dari tangkainya.
    2. Ambil 1 kertas bekas atau karton bekas. Potong atau lipat hingga membentuk segitiga. Dapat juga dipotong membentuk lingkaran sesuai selera. Bentuk segitiga cocok untuk membuat buket bunga dengan jumlah bunga yang sedikit namun memberi kesan besar. Sedang bentuk lingkaran membutuhkan jumlah bunga yang lebih banyak.IMG_20170616_003138
    3. Ambil kertas bekas/ karton bekas satu lagi untuk digulung seperti digambar. Pada bagian ujungnya ikat dengan karet gelang bekas. Gulungan kertas ini nanti akan dijadikan tangkai bunga.IMG_20170615_195440
    4. Sesuaikan ukuran kain satin dengan ukuran kedua kertas bekas yang tadi telah dibentuk. Kemudian gunting.
    5. Satukan bagian kertas bekas berbentuk segitiga tersebut pada bagian tengah dengan menggunakan lem tembak seperti pada gambar. Diamkan hingga lem merekat kuat.
    IMG_20170616_003153

    IMG_20170616_003358
    6. Kemudian lapisi kertas bekas yang sudah disatukan tersebut dengan menggunakan kain satin yang tadi telah dipotong. Rekatkan dengan lem tembak. Tunggu hingga merekat kuat.
    IMG_20170616_000641

    7. Ambil salah satu bunga yang tadi telah di lepaskan dari tangkainya. Beri lem tembak pada bagian bawah.
    IMG_20170616_000721
    IMG_20170616_000734

    8. Rekatkan bunga pada ujung kertas bekas yang tadi telah dilapisi kain satin. Tekan dan tunggu hingga merekat kuat. Rekatkan juga kedua bunga pada kedua sisi yang tersisa.

    IMG_20170616_000808
    IMG_20170616_001028

    9. Pada bagian sisi-sisinya, rekatkan daun-daun yang tadi telah dilepaskan dari tangkai bunga. Rekatkan dengan lem tembak. Tambahkan bunga-bunga kecil untuk mempercantik.

    IMG_20170616_001553

    10. Kemudian wrapping buket bunga wisuda dengan menggunakan kain tile dan kain tissue! Beri pita sebagai pemanis. Jangan lupa sisipkan kartu ucapan selamat~

    Voila! buket bunga wisuda sudah jadi!
    Dari 1 buket bunga artifisal berisi 10 tangkai bunga dapat membuat 3 buket bunga wisuda yang manis. Kamu juga bisa menambahkan boneka kecil bertopi wisuda dengan metode yang sama. Biasanya buket bunga wisuda seperti ini dijual dengan harga rata-rata 50.000 ribu rupiah, lho.


    20170702_10472120170702_10470220170702_104632 (2)

    Semoga bermanfaat, selamat mencoba!

 

Advertisements

List Buku yang akan Membuatmu Merasa Beruntung jadi Seorang Jomblo.

Kamu jomblo? Merasa tersiksa, tak nyaman mendengar hinaan bahkan tak percaya diri sebab status jomblomu? Suka baca buku? Nah, kebetulan belakangan saya lagi seneng-senengnya baca buku tentang jodoh. Buku-buku tersebut selain memberikan saya lebih banyak pengetahuan tentang agama, juga membuat saya merasa beruntung menjadi jomblo sebelum menikah. InsyaAllah pun bagimu. Berikut beberapa di antaranya;

  1. Ya Allah, Siapa Jodohku? —Karya Ahmad Rifa’I Rif’an
    95859_f

    Buku ini berisi 50 wasiat beragam tentang “jodoh”, “menanti jodoh”, “mudaratnya pacaran”, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa kutipan dari buku ini yang saya sukai;

    “Rasulullah saw., bersabda, ‘telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinany adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan.'”

    Pacaran bukan hanya status, tapi aktifitas. Mungkin kau bilang dia temanmu, tapi kalau tiap hari SMS-an dengan perhatian, lalu apa bedanya dengan pacaran? Mungkin kau bilang dia hanya sahabat, tapi ketika kau ada-adakan syuro’ karena ingin lebih sering bertemu dengannya, apa bedanya dengan pacaran?”

    “Al Khawarizmi, penemu angka nol, pernah bertutur kalimat yang indah, ‘kalau wanita berakhlak baik dan berpikir positif, maka ia adalah angka satu. Kalau ia juga cantik, maka imbuhkan angka 0, jadi 10. Kalau ia punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100. Kalau ia cerdas, imbukan lagi 0, jadi 1.000. Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama, maka ia hanya ‘000’. Tak bernilai sama sekali.'”

    “Cinta layaknya iman, diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati, lalu diungkapkan dengan perperbuatan. Seharusnya begitu jugalah cinta. Diungkapkan dengan I love you. Dirasakan dalam kalbu. Dibuktikan dengan qobiltu. Kalau cuma bilang I love you berjuta kali, balita juga bisa.”

    Review lebih lengkap bisa klik disini

     

  2. Jatuh Cinta Tak Pernah Salah —@NegeriAkhirat
    Jatuh_Cinta_Tak_Pernah_Salah
    Buku ini memang belum punya review di Goodreads, namun saya sama sekali tak menyesal membelinya karna nyatanya buku ini bagus! Buku ini mengajarkan kita tentang mengilhami “cinta” dari sudut agama. Memberikan keringanan hati dan pikiran atas ketakutan para jomblo terhadap sang calon jodoh. Buku ini dipenuhi ilustrasi warna-warni yang menarik di lembarannya sehingga pembaca tak bosan kala membaca. Review lebih lengkap bisa klik disini

  3. Ya Allah Dia Bukan Jodohku —Karya Ahmad Rifa’I Rif’an
    95643_f
    Sebenarnya buku ini lebih cocok untuk orang yang baru patah hati. Sesuai judulnya, buku ini mencoba menyembuhkan luka hati putus cinta dengan cara pandang agama. Buku ini pula yang alhamdulillah sedikit banyak berhasil mengurangi patah hati saya sekaligus membuat saya merasa lebih beruntung. Buku ini memiliki dua versi. Yaitu versi tanpa ilustrasi dan dengan ilustrasi. Kebetulan yang saya miliki adalah edisi ilustrasi. Ilustrasi warna-warni menarik memenuhi disetiap lembarnya sehingga pembaca tak bosan membacanya. Review lebih lengkap bisa klik disini.

  4. Udah, Putusin Aja! —Karya Felix Y. Siauw
    17375790
    Buku ini adalah salah satu buku lama yang kadang masih saya baca ulang. Sesuai judulnya, buku ini menjelaskan mudaratnya pacaran sebelum menikah beserta ayat dan hadist yang diulas dengan bahasa yang apik khas Ust. Felix Y. Siauw. Buku ini dipenuhi dengan ilustrasi warna-warni menarik yang memanjakan mata pembaca. Review lebih lengkap bisa klik disini.

InsyaAllah list buku di atas akan terus bertambah. Semoga bermanfaat dan dapat membuat kamu merasa beruntung dengan status jomblo sebelum nikahmu! 😊

“Aku mencintaimu, sungguh.”
“Bohong! Jika kau mencintaiku, mengapa kau mengajakku putus?”
“Karena aku lebih mencintai Tuhanku.”

“Sebenarnya aku juga mencintaimu, sungguh.”
“Bohong! Jika kau mencintaiku, mengapa kau tak mau pacaran denganku?”
Karena aku tidak ingin orang yang kucinta terjerumus ke dalam neraka karena bermaksiat denganku. Andai kau melamarku sebagai kekasih halalmu, aku pasti akan menerimamu.” —Karena Aku Lebih Mencintai Tuhanku, Hal. 119, Buku Ya Allah, Siapa Jodoku?, Karya Ahmad Rifa’i Rif’an.

Jomblo sebelum menikah? Siapa takut!

Konspirasi Semesta.

Karena ada masanya orang asing akan kembali menjadi asing. Pun ada masanya orang asing masuk ke kehidupanmu untuk saling menua, bersama.

Dan akan tiba masanya, ketika kita memandang seseorang yang tertidur dengan pulas di sisi kanan sembari mengulum senyum. Ternyata begini jalannya. Ternyata inilah jodoh kita yang telah disiapkan oleh semesta.

Suatu hari, semua kecemasan yang memenuhi rongga kepala ini hanya akan jadi bahan tertawaan saja.

Bolehkah mulai sekarang kita berusaha lalu berserah saja?
Sebab pada akhirnya, jodoh toh sebenarnya sederhana.
— Mutiara

Toilet; place where great ideas was born. (Penjelasan Ilmiah)

  • Why do the best ideas happen in the most unusual places like toilet?
  • Why do the most of people think that toilet is one of the best place to thinking?
  • Why do the most of people think that toilet is the better place for making plans or to think more concentrically?

Pernah terpikirkan pertanyaan yang sama seperti di atas?

Salah satu teman saya sangat menyukai toilet sebagai tempat untuk berpikir dan berimajinasi. Ia bahkan menamai toiletnya sebagai “ruang imajinasi”. Sedikit aneh memang, tapi ternyata tak hanya ia yang merasakan hal serupa. Cukup banyak artikel asing yang membahas tentang toilet dan munculnya ide-ide brilian bertebaran di internet.

Jadi, jika anda merasakan hal yang serupa, you’re not alone dude.

Kok bisa sih?
Bukannya toilet adalah tempat untuk membersihkan diri dan buang hajat?

Penelitian menunjukan, pikiran anda lebih mudah mendapatkan “pencerahan” saat melakukan sesuatu yang monoton, seperti showering, mandi dengan santai, atau duduk di toilet dengan santai untuk buang air besar. Hal ini dikarenakan kegiatan di dalam toilet tidak membutuhkan banyak pemikiran.

Selain itu, kamar mandi adalah ruang private yang aman dan tertutup dimana anda bisa berada disana seorang diri, menghabiskan waktu untuk melepaskan diri dari life-pressure sehingga anda merasa lebih nyaman dan relaks. Ketika pikiran anda menjadi lebih relaks, pikiran anda akan beralih ke mode “autopilot”.

Mode autopilot ini akan membebaskan pikiran “alam bawah sadar” anda untuk mengerjakan sesuatu yang lain; semacam melamun (re: daydreaming). Pikiran anda akan berjalan mengembara, membiarkan otak anda berpikir bebas tanpa batasan dan pikiran “alam sadar” anda akan diabaikan.

Proses ini akan menyebabkan relaksasi korteks pre-frontal yang merupakan pusat komando otak untuk keputusan, sasaran, dan perilaku. Proses ini juga akan mengaktifkan “default mode network” atau DMN yang akan “membersihkan” jalur yang menghubungkan wilayah yang berbeda dengan noggin anda. Pengaktifan DMN dan relaksasi korteks pre-frontal ini pada akhirnya akan membuat koneksi baru yang kreatif dan mendorong gagasan-gagasan fresh muncul.

Dewasa ini, diketahui bahwa otak tidak terlalu aktif saat kamu terfokus dalam suatu tugas. Sebaliknya, penelitian menunjukan bahwa otak anda lebih aktif saat anda melepaskan pikiran anda berjalan mengembara (re: daydreaming).

Ketika anda merasa relaks, otak anda juga akan melepaskan neurotransmitter dopamine. Dopamine (re: “pleasure feeling hormone”) berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, rasa percaya diri, dan dapat meningkatkan kreatifitas anda. Gelombang alfa pada otak anda juga akan mengalami peningkatan. Peningkatannya serupa seperti saat anda sedang bermeditasi atau merasa senang. Peningkatan dopamine dan gelombang alfa plus aktifasi DMN dapat meningkatkan letupan-letupan ide-ide brilian.

That’s the reason why toilet is one of the best place to thinking. Maka, mari kita gelari toilet sebagai;

Toilet; place where great ideas, beyond imagination, and creativity was born. lol

Untuk referensi bahan bacaan, bisa klik di bawah ini:

Mentalfloss Article
Huffington Post

Semoga bermanfaat xoxo

 

Secarik Mesra, Untukmu.

Aku selalu menyukai bagaimana Tuhan mengganti rona kelabu langit senja Jakarta jadi merdu bersama temaram lampu sisi jalan.

Atau tentang munculnya lingkar-lingkar warna dasar di langit selepas guyuran hujan.

Atau tentang kamu. Yang barangkali sama sekali belum ku kenal, yang disadur Tuhan dalam satu takdir.

Sosokmu jingga berpendar bersama pelangi.

Kau terbaik.
Karna yang ku tau, Tuhan maha baik.

 

— Atas nama perempuan yang menanti untuk kau temukan.

Aih, aku suka sekali, tapi..

Aku suka sushi. Suka sekali. Saat tidak mood, aku akan pergi ke restoran sushi untuk menghabiskan waktu seorang diri disana bersama beberapa jenis sushi terhampar di atas meja. Tapi akhirnya hobi makan sushiku harus terhenti setelah sang pelayan memberikan klarifikasi bahwa sushi-sushi di restoran favorite ku itu menggunakan Mirin. Sedih, tapi yasudahlah. Bukankah perintah-Nya lebih penting? Bukankah ridho dari-Nya lebih penting ketimbang sushi yang terasa nikmat hanya di mulut?

Aku suka cake. Suka sekali. Saat stuck belajar, aku akan pergi berkelana menuju outlet cake kesukaan untuk menghabiskan waktu ngemil berbagai macam cake, kopi hangat, dengan tangan kanan sibuk men-stabilo buku tebal. Tapi lagi, hobi ngemil cake di outlet cake favoriteku harus berhenti setelah tau ternyata cake disana menggunakan Rhum. Sedih, tapi yasudahlah. Bukankah perintah-Nya lebih penting? Bukankah ridho dari-Nya lebih penting ketimbang cake yang terasa nikmat hanya di mulut?

Aku sedang menyukai seorang lelaki. Lelaki itu mengubah hal-hal jelek dalam diriku secara perlahan tapi pasti. Mengubah pandangan dan ketakutanku menghadapi dunia yang kadang kelewat kejam. Aku menyukai jam makan siang dimana kita duduk berhadapan, berdua untuk menghabiskan beberapa cemilan dan saling bercengkrama. Lelaki itu baik hatinya, pun lembut tutur katanya. Kalimatnya mengingatkanku berpijak pada bumi. Ah, ia sempurna.

Aku menyukainya. Suka sekali. Bahkan berharap menikah dengannya. Aku suka menatapi wajahnya, matanya yang sungguh teduh, senyumnya yang sungguh hangat, kumis tipisnya, susunan gigi serinya, susunan alisnya yang cukup tebal, dan jemarinya. Ah, bagiku, ia sungguh sempurna. Tapi lagi-lagi, kesukaanku harus berhenti. Lelaki itu bukan muhrimku. Memandangnya adalah zina mata bagiku. Berharap padanya adalah zina hati bagiku.

Rasulullah bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).

وَ لاَ تَقْرَبُوا الزّنى اِنَّه كَانَ فَاحِشَةً، وَ سَآءَ سَبِيْلاً. الاسراء:32

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa’ : 32)

Larangan berduaan.
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi).

Larangan pandang memandang dengan lawan jenis
Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani).

Aku menyukaimu, suka sekali. Aku ingin terus bersamamu, ingin sekali. Tapi bukankah perintah-Nya lebih penting?

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan pada kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya” – Imam Syafi’i

Maafkan aku. Ku lepaskan hatimu hanya karna-Nya. Biarkan aku mencintaimu dalam do’a. Biarkan rasaku hanya jadi rahasia antara aku dan Allah. Aku kan terus mencoba memantaskan diri dan menjaga hati serta pandanganku teruntukNya. Yakinku, jika kamu adalah lelaki terbaik dari-Nya, suatu hari nanti, tak peduli sejauh apapun kita terpisah, atas seizin-Nya, kita akan dipertemukan lagi namun dalam ikatan yang sah.

Aku menyukaimu, suka sekali. Tapi aku lebih mencintai Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Sebab yakinku hanya Allah yang mengetahui apa yang paling baik untukku.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. (Al Baqarah) 2: 216)

Izinkan aku menyukaimu karna Allah, bukan karna napsu duniawi. Semoga Allah terus menjaga hatiku, pun hatimu. Semoga Allah membantuku memantaskan diri hingga jadi pribadi yang pantas untuk menjadi ibu untuk anak-anak ‘jodohku‘ kelak. Aamiin,
Aamiin ya rabbal ‘alamin.