Secarik Mesra, Untukmu.

Aku selalu menyukai bagaimana Tuhan mengganti rona kelabu langit senja Jakarta jadi merdu bersama temaram lampu sisi jalan.

Atau tentang munculnya lingkar-lingkar warna dasar di langit selepas guyuran hujan.

Atau tentang kamu. Yang barangkali sama sekali belum ku kenal, yang disadur Tuhan dalam satu takdir.

Sosokmu jingga berpendar bersama pelangi.

Kau terbaik.
Karna yang ku tau, Tuhan maha baik.

 

— Atas nama perempuan yang menanti untuk kau temukan.

Aih, aku suka sekali, tapi..

Aku suka sushi. Suka sekali. Saat tidak mood, aku akan pergi ke restoran sushi untuk menghabiskan waktu seorang diri disana bersama beberapa jenis sushi terhampar di atas meja. Tapi akhirnya hobi makan sushiku harus terhenti setelah sang pelayan memberikan klarifikasi bahwa sushi-sushi di restoran favorite ku itu menggunakan Mirin. Sedih, tapi yasudahlah. Bukankah perintah-Nya lebih penting? Bukankah ridho dari-Nya lebih penting ketimbang sushi yang terasa nikmat hanya di mulut?

Aku suka cake. Suka sekali. Saat stuck belajar, aku akan pergi berkelana menuju outlet cake kesukaan untuk menghabiskan waktu ngemil berbagai macam cake, kopi hangat, dengan tangan kanan sibuk men-stabilo buku tebal. Tapi lagi, hobi ngemil cake di outlet cake favoriteku harus berhenti setelah tau ternyata cake disana menggunakan Rhum. Sedih, tapi yasudahlah. Bukankah perintah-Nya lebih penting? Bukankah ridho dari-Nya lebih penting ketimbang cake yang terasa nikmat hanya di mulut?

Aku sedang menyukai seorang lelaki. Lelaki itu mengubah hal-hal jelek dalam diriku secara perlahan tapi pasti. Mengubah pandangan dan ketakutanku menghadapi dunia yang kadang kelewat kejam. Aku menyukai jam makan siang dimana kita duduk berhadapan, berdua untuk menghabiskan beberapa cemilan dan saling bercengkrama. Lelaki itu baik hatinya, pun lembut tutur katanya. Kalimatnya mengingatkanku berpijak pada bumi. Ah, ia sempurna.

Aku menyukainya. Suka sekali. Bahkan berharap menikah dengannya. Aku suka menatapi wajahnya, matanya yang sungguh teduh, senyumnya yang sungguh hangat, kumis tipisnya, susunan gigi serinya, susunan alisnya yang cukup tebal, dan jemarinya. Ah, bagiku, ia sungguh sempurna. Tapi lagi-lagi, kesukaanku harus berhenti. Lelaki itu bukan muhrimku. Memandangnya adalah zina mata bagiku. Berharap padanya adalah zina hati bagiku.

Rasulullah bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).

وَ لاَ تَقْرَبُوا الزّنى اِنَّه كَانَ فَاحِشَةً، وَ سَآءَ سَبِيْلاً. الاسراء:32

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa’ : 32)

Larangan berduaan.
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi).

Larangan pandang memandang dengan lawan jenis
Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani).

Aku menyukaimu, suka sekali. Aku ingin terus bersamamu, ingin sekali. Tapi bukankah perintah-Nya lebih penting?

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan pada kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya” – Imam Syafi’i

Maafkan aku. Ku lepaskan hatimu hanya karna-Nya. Biarkan aku mencintaimu dalam do’a. Biarkan rasaku hanya jadi rahasia antara aku dan Allah. Aku kan terus mencoba memantaskan diri dan menjaga hati serta pandanganku teruntukNya. Yakinku, jika kamu adalah lelaki terbaik dari-Nya, suatu hari nanti, tak peduli sejauh apapun kita terpisah, atas seizin-Nya, kita akan dipertemukan lagi namun dalam ikatan yang sah.

Aku menyukaimu, suka sekali. Tapi aku lebih mencintai Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Sebab yakinku hanya Allah yang mengetahui apa yang paling baik untukku.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. (Al Baqarah) 2: 216)

Izinkan aku menyukaimu karna Allah, bukan karna napsu duniawi. Semoga Allah terus menjaga hatiku, pun hatimu. Semoga Allah membantuku memantaskan diri hingga jadi pribadi yang pantas untuk menjadi ibu untuk anak-anak ‘jodohku‘ kelak. Aamiin,
Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Harap

Ya Allah. If I’m to fall in love, let me touch the heart of someone whose heart is attached to you’

Sebuah Teori Konspirasi.

Aih, aku tak rupawan pun pintar luar biasa. Aku hanyalah perempuan biasa tanpa ada hal yang istimewa dariku. Sungguh wajar aku masih sendiri tanpa pasangan.”

Pernah berpikiran seperti halnya di atas?

Kamu terlalu putus asa, sayang.

Sebenarnya, tanpa kamu tau, kamu tampak luar biasa karna ‘biasa’ mu. Orang-orang mampu melihat sisi ‘luar biasa’ mu bahkan saat kamu merasa dirimu hanya individu biasa tanpa sisi istimewa. Tanpa sepengetahuanmu, ada orang-orang yang kagum dengan dirimu. Mereka menyembunyikan kekaguman tersebut dalam pikiran mereka masing-masing.

Layaknya kamu yang mungkin juga pernah kagum pada seseorang namun lebih memilih diam menyimpan dalam pikiran tanpa mengungkapkan.

Tanpa sepengetahuanmu, ada orang-orang yang menyukaimu dengan segenap hatinya namun memilih tetap diam dan memantaskan diri. Mereka rela menyisakan waktunya untuk membubuhi namamu dalam doa mereka, agar bahagia harimu, agar sukses perkerjaanmu hari ini, dan kedepannya.

Seseorang sedang mencintaimu dengan amat sangat melalui doanya.

Layaknya kamu yang mungkin juga pernah jatuh cinta pada seseorang tanpa alasan dan lantas mendoakan hal-hal baik untuknya.

Jika kemarin, hari ini, besok, ataupun lusa kamu merasa berbahagia dan beruntung, mungkin itu adalah salah satu doa dari seseorang yang kagum atau bahkan mencintaimu sedang dikabulkan oleh Tuhan.

Kamu sempurna, kamu berhak dicintai. Hanya saja hari ini Tuhan masih menyimpan pasanganmu hingga waktu yang tepat. Agar kamu lebih fokus memantaskan diri pun sang calon imammu. 🙂

Jangan sedih pun berputus asa. Perbanyaklah berdoa, perbanyaklah tersenyum. Kamu cantik, kamu sempurna! ^^

It’s Your Choice!

Kereta tujuan Bogor melaju pelan membawa koloni manusia dalam gerbong-gerbongnya. Beberapa wajah tua terlihat duduk nyaman di kursi penumpang sedang yang lebih muda berdiri sembari menatapi handphone masing-masing.

Ku tatapi wajah-wajah lelah itu seksama.

Barangkali di balik wajah-wajah renta yang lelah itu dulu terdapat wajah yang jelita kala muda. Jelita yang luntur dimakan usia. Barangkali di balik tubuh yang lemah itu dulu terdapat tubuh bugar yang kokoh bak olahragawan kala muda. Tubuh yang melemah sebab usia.

Wajah-wajah itu sudah melewati banyak hal dihidupnya, pun merangkul banyak tanggung jawab di pundaknya.

Nanti, jika Tuhan mengizinkan, saya akan menua seperti mereka.

Hari ini pun saya bertambah tua.

Dulu, ketika masih taman kanak-kanak, menjadi orang dewasa jadi salah satu cita-cita saya.

Orang dewasa itu punya tubuh yang tinggi. Jadi tak perlu susah payah untuk mengambil barang yang tinggi.

Orang dewasa itu boleh melakukan banyak hal seorang diri seperti menyebrang jalan seorang diri, mengendarai mobil, menggunakan banyak uang, pergi ke banyak tempat tanpa ditemani, bahkan bisa memasak makanan enak. Bagi seorang anak kecil, itu hal yang keren.

Tapi setelah merasakannya sendiri, saya tak seingin dulu untuk menjadi orang dewasa. Karna nyatanya, semakin dewasa semakin banyak pula tanggung jawab yang diletakkan pada pundakmu.

Ketika sudah beranjak dewasa, kamu dibebaskan untuk memilih apa yang ingin kamu jalani. Kebebasan itu diikuti sekelompok hal yang disebut sebagai ‘tanggung jawab’.

You make a choice in your life, and it affects your life in all the ways, good and bad.” – John Mayer

You’re free to choose but you’re not free from the consequence of your choice. Every choice you make has an end result. Whatever has to be done, it’s always your choice.

Sayangnya, hidup tak memiliki tombol undo. Satu-satunya jalan, ntah seberapapun sulitnya, jika sudah memilih, ya jalani.

If you don’t try, you’ll never know. Take the risk, drop the fear, and get out of your comfort zone.

Make and be confident in your own decisions. Stop looking for people’s approval for everything. Live your life and do what you want. But don’t let your emotions make your decisions.

Seperti seekor tukik yang diberi pilihan untuk tetap tinggal di penangkaran yang aman namun ia tak akan tau betapa serunya pertualangan di laut dan betapa indahnya samudra atau memilih untuk berenang lepas di laut yang indah namun penuh bahaya.

Take the risks or lose the chance. It’s your choice. You can let things define you, destroy you, or strengthen you. And again, it’s your choice. Life is short by the way.

IfYouNever