Never too late! Lets start! Dont give up! Work hardest!

Setiap orang jenius bisa menjadi “orang jenius yang dikenal oleh banyak orang” selalu butuh usaha, kerja keras dan pantang putus asa. Jika hanya diam dan menjadi “biasa”, kelak ketika kamu meninggal, orang yang menyayangimu mungkin akan menangisimu hingga tiga bulan berikutnya. Namun berlahan semua orang akan melupakanmu dan menjalani hidup mereka masing-masing.

But if you’re a genius people and make something precious to the world, till a hundert years after your death everyone will remember about you.

Then from today, lets make a change!

Make something precious, work harder than anyone else, pray, and dont give up.

Never too late to start something from beginning.

Have a nice day, goodluck!

Reminder

closed eyes

“All authors will die, but their work will be deathless. So write something that will make you happy in the afterlife.” -Ali bin Abi Thalib

MUTASI GEN.

Mutasi gen adalah perubahan yang terjadi pada nukleotida DNA yang membawa “pesan” suatu gen tertentu.
Mutasi gen dibagi menjadi 4:

1. Mutasi titik di dalam sekuens pengode
Mutasi titik (substitusi satu basa) dapat mengubah kode suatu triplet basa dan menyebabkan digantikannya satu asam amino oleh asam amino lain dalam produk gen. Karena mengubah arti kode genetic, mutasi ini sering disebut missense mutation (mutasi salah arti).
Missense mutation dibagi lagi menjadi 2:
Missense mutation konservatif
Jika asam amino pengganti tidak banyak menyebabkan perubahan pada fungsi protein
Missense mutation non-konservatif
Menggantikan asam amino normal dengan asam amino yang sangat berbeda.
Contoh : mutasi sabit yang mengenai rantai beta globin hemoglobin.
Pada keadaan ini, triplet nukleotida CTC (atau GAG di mRNA) yang mengode asam glutamate berubah menjadi CAC (atau GUG di mRNA) yang mengode valin.
Substitusi asam amino ini mengubah sifat fisiokimia hemoglobin dan menyebabkan terjadinya anemia sel sabit. Selain menyebabkan substitusi asam amino, mutasi titik dapat mengubah kodon asam amino menjadi suatu terminator rantai atau kodon stop.
Dengan kembali mengambil contoh beta hemoglobin mutasi titik yang mengenai kodon untuk glutamin (CAG) menghasilkan kodon stop (UAG) jika C diganti dengan U.
Perubahan itu menyebabkan penghentian prematur translasi gen beta globin, dan peptida yang terbentuk akan cepat mengalami penguraian. Individu yang terkena tidak memiliki rantai beta globin dan mengidap suatu bentuk anemia berat yang disebut talasemia beta.

2. Mutasi di dalam sekuens non-coding (atau sekuens yang tidak mengode)
Seperti yang telah diketahui, transkripsi DNA dimulai dan dikendalikan oleh sekuens promotor dan enhancer (penguat) yang terletak disebelah hilir atau hulu dari gen. Mutasi titik atau delesi yang mengenai sekuens-sekuens regulatorik ini dapat mengganggu pengikatan factor transkripsi atau sama sekali tidak terjadi transkripsi. Hal ini terrjadi pada bentuk-bentuk tertentu anemia hemolitik herediter.

Disamping itu mutasi titik di dalam intron menyebabkan gangguan penggabungan sekuens-sekuens antara. Hal ini pada gilirannya, mengganggu pengolahan transkrip mRNA awal dan menyebabkan gagalnya pembentukan transkrip mRNA matur. Oleh karena itu, translasi tidak dapat terjadi dan produk gen tidak disintesis.

3. Delesi dan Insersi
Delesi atau insersi kecil yang melibatkan sekuens-sekuens pengode pada reading frame untai DNA. Oleh sebab itu, mutasi ini disebut sebagai framshift mutation.

Jika jumlah pasangan basa yang terlibat adalah 3 atau kelipatan 3, framshift tidak akan terjadi, yang terjadi adalah terbentuknya protein abnormal yang tidak mengandung 1 atau lebih asam amino tertentu.

4. Mutasi pengulangan trinukleotida.
Mutasi ini termasuk dalam kategori khusus karena mutasi ini ditandai amplifikasi sekuens 3 nukleotida. Meskipun sekuens nukleotida spesifik yang mengalami amplifikasi berbeda-beda. Pada berbagai penyakit, hamper semua sekuens tersebut memiliki nukleotida guanine (G) dan sitosin (C). Contohnya pada Fragile-x syndrome.

Syndrome yang merupakan prototype dari kategori penyakit ini, terdapat 250-4000 pengulangan tandem dari sekuens CGG di dalam suatu gen yang disebut FMR-1.

Pada populasi normal, jumlah pengulangan tidak banyak, rata-rata 29. Ekspansi sekuens trinukleotida tersebut menghambat ekspresi normal gen FMR-1 sehingga terjadi retardasi mental. Gambaran khas lain pada mutasi pengulangan nukleotida adalah bahwa mutasi tersebut bersifat dinamik.

Hubungan Antar Sel.

Hubungan antar sel biasanya disebut adesi. Adesi adalah modifikasi permukaan sel sehingga sel dapat melakukan hubungan dengan sekitarnya untuk dapat bertahan hidup.
Hubungan antar sel dibagi menjadi 4, yaitu :

Desmosom
Desmosom adalah hubungan antar sel yang dipisahkan oleh jarak sejauh 15-20 nm sehingga tidak terjadi kontak langsung dengan sel lainnya. Desmosom biasa ditemukan pada sel otot jantung, sel epitel leher rahim, dan epidermis kulit. Hubungan ini melibatkan filamen aktin (mikrofilamen) yang berada di sitoskeleton.

image

Adherens Junction
Hubungan ini sama saja dengan desmosom. Hanya saja, adheren junction melibatkan filamen intermediet yang ada di sitoskeleton. Filamen intermediet adalah bagian dari sitoskeleton yang memiliki diameter 8-12 nm lebih besar dari mikrofilamen.

Tight junction
Tight junction adalah hubungan antar sel yang sangat erat sehingga terjadi kontak langsung antar kedua membran. Hubungan ini dihubungan oleh protein kompleks yang terdapat di masing-masing membran sel. Contoh tight junction terdapat pada sel epitel usus. Bahan makanan yang ada di dalam usus harus melalui membran sel yang berhubungan dengan ruang usus.

image

Gap Junction
Hubungan ini melibatkan sebuah konekson atau penghubung yang terbuat dari protein yang berasal dari masing-masing membran sel tersebut. Permukaan antar membran dipisahkan oleh celah sepanjang 2-4 nm. Konekson ini dapat dilalui oleh molekul yang larut dalam air.

image

A greeting!

image

I just wanna say hello to everyone! It’s been long time since last time I’m blogging. And today, I’m back with a brand new blog. Hope you’ll enjoy it! And Thanks for your visiting! 🙂